ASIA
2 menit membaca
Tim SAR dan TNI AL mulai operasi tegakkan kapal Virgo Transport 8, 129 korban masih hilang
Operasi penyelamatan KM Virgo Transport 8 memasuki babak baru di Laut Jawa. Tim gabungan fokus menegakkan bangkai kapal untuk mengevakuasi 129 penumpang yang masih hilang di tengah cuaca ekstrem.
Tim SAR dan TNI AL mulai operasi tegakkan kapal Virgo Transport 8, 129 korban masih hilang
Seorang penumpang yang diselamatkan dari feri Virgo Transport 8 di Banjarmasin. / reuters

Tim SAR gabungan resmi memulai operasi penegakan (righting operation) bangkai kapal KM Virgo Transport 8 yang karam di Laut Jawa, Jumat (18/9). Langkah ini diambil setelah upaya pencarian korban hilang terkendala cuaca buruk dan gelombang tinggi selama lima hari terakhir.

Kapal rute Surabaya–Banjarmasin tersebut terbalik akibat cuaca buruk pada Minggu (13/9) dini hari. Hingga kini, data resmi mencatat 108 penumpang selamat, 6 orang meninggal dunia, dan 129 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Komandan Lanal Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, menyatakan bahwa tim telah melakukan observasi awal sebelum menggeser posisi bangkai kapal.

"Operasi pengangkatan dan penegakan kapal (salvage) sudah berjalan. Observasi dilakukan kemarin, dan hari ini tim mulai bergerak ke lokasi," ujar Galih.

Rencananya, bangkai kapal yang kini tenggelam penuh di dasar laut akan ditarik terlebih dahulu ke perairan yang lebih dangkal sebelum ditegakkan. Langkah ini dinilai sangat krusial agar tim penyelam bisa masuk ke dalam lambung kapal secara aman.

Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, menjelaskan bahwa sesuai regulasi nasional, operasi salvage dipimpin oleh pihak pemilik kapal dengan dukungan penuh dari Basarnas, TNI AL, dan Polairud.

"Selama posisi kapal masih di dasar laut, tim penyelam hanya berani melakukan penyisiran di luar badan kapal," kata Putu.

Pada penyelaman Kamis (17/9), tim penyelam TNI AL berhasil mendekati bangkai kapal dan merekam kondisi sekitar. Mereka menemukan sejumlah barang milik korban, seperti dompet, kartu identitas, hingga ratusan paket barang yang terendam air.

Selain fokus pada bangkai kapal, delapan kapal patroli dan dua helikopter tetap dikerahkan untuk menyisir permukaan laut dan udara. Demi transparansi, otoritas SAR juga mengizinkan dua perwakilan keluarga korban ikut dalam pelayaran pencarian agar dapat melihat langsung kendala teknis dan ganasnya cuaca di perairan Laut Jawa.

TerkaitTRT Indonesia - Cuaca buruk hambat pencarian 129 korban hilang kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi