ASIA
2 menit membaca
13 WN Jepang ditangkap terkait dugaan penipuan online di Jawa Barat
Menurut penyelidikan awal, pelaku terduga menargetkan korban di negara asal mereka melalui jaringan operasi terorganisir di Bogor, Jawa Barat.
13 WN Jepang ditangkap terkait dugaan penipuan online di Jawa Barat
13 WN Jepang ditangkap terkait dugaan penipuan online di Jawa Barat. (Foto: Detikcom)

Otoritas Imigrasi Indonesia menahan 13 warga negara Jepang yang diduga terlibat dalam praktik penipuan daring yang menyasar korban di Jepang, menurut laporan Detik pada Rabu (4/03).

Penangkapan dilakukan dalam sebuah operasi rutin di Bogor, Jawa Barat. 

Mengutip laporan tersebut, para tersangka diduga menjalankan skema penipuan terorganisasi dengan menyamar sebagai petugas kepolisian Jepang untuk memeras uang dari warga Jepang melalui jaringan daring.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, mengatakan tim intelijen dan penegakan hukum dari Kantor Imigrasi Bogor mengamankan kelompok tersebut dalam operasi tersebut.

TerkaitIndonesia menangkap 27 WN China tersangka diduga jaringan scam online dari Jakarta - TRT Indonesia - TRT Indonesia

“Tim intelijen dan penindakan Kantor Imigrasi Bogor mengamankan 13 warga negara asing. Mereka teridentifikasi sebagai warga Jepang yang diduga melakukan kejahatan siber, khususnya penipuan online,” ujar Yuldi.

Ia menambahkan bahwa para tersangka menjalankan aktivitas penipuan tersebut dari Indonesia, dengan memanfaatkan jaringan internet untuk menargetkan korban di negara asal mereka.

"Petugas menemukan perangkat komunikasi dalam jumlah besar, dokumen digital berupa skrip dan manual operasional penipuan, dan seragam kepolisian jepang," katanya.

Fenomena penipuan daring lintas negara telah menjadi perhatian serius di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir. 

Negara-negara seperti Myanmar, Kamboja, Thailand, hingga Indonesia kerap disebut sebagai lokasi operasi berbagai jaringan penipuan online yang menargetkan warga global. Praktik ini menimbulkan kekhawatiran luas karena skema tersebut sering dijalankan secara terorganisasi dari pusat-pusat operasi regional. 

Menanggapi situasi itu, otoritas di sejumlah negara ASEAN dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan operasi penegakan hukum dan kerja sama lintas negara untuk membongkar jaringan tersebut dan menekan maraknya kejahatan siber di kawasan.

SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Tekan impor LPG, pemerintah dorong pengembangan DME dan CNG
Prabowo pastikan investigasi kecelakaan KA Bekasi, flyover segera dibangun
Korea Selatan desak tindakan global untuk mengatasi program nuklir Korea Utara
Warga Nabire turun ke jalan, desak penarikan pasukan militer di Papua
Presiden Prabowo lantik enam pejabat baru dalam perombakan kabinet
Polisi tetapkan 13 tersangka dalam dugaan kekerasan di tempat penitipan anak Yogyakarta
Anggaran belanja militer Asia-Oseania melonjak, tekanan geopolitik menjadi dorongan utama
Harga avtur naik, pemerintah tanggung pajak tiket pesawat ekonomi selama 60 hari
Kementerian ESDM mulai uji coba B50 ke kereta api, pemerintah RI tegaskan kemandirian energi
Pemerintah RI kembali tegaskan tidak akan tarif Selat Malaka, soroti kebebasan berlayar
Rupiah melemah lewati Rp17.000 per dolar AS saat gencatan senjata AS-Iran semakin tidak pasti
Jepang bentuk gugus tugas keuangan untuk tangani risiko siber terkait kerentanan AI
Indonesia-Korea Selatan perkuat kemitraan berkelanjutan antisipasi kebakaran hutan dan lahan
Indonesia dan Filipina sepakat perkuat keamanan maritim serta ketahanan energi
Indonesia pimpin pusat komando ASEAN lawan polusi asap lintas batas
TNI AU dan RSAF pererat kemitraan strategis, fokus pada latihan tempur dan bantuan kemanusiaan
Indonesia pimpin kolaborasi data keselamatan penerbangan Asia Pasifik di Bali
Kamboja tuntut permintaan maaf dari Wall Street Journal atas sorotan judul 'Scambodia'
Indonesia kaji proposal akses udara AS, Menlu Sugiono: kedaulatan tetap jadi prioritas
Menkeu Purbaya soroti potensi Selat Malaka, usulkan kaji rencana pungutan pajak kapal