Hong Kong mempertahankan kurs tetap pada dolar AS di tengah volatilitas pasar dan tekanan geopolitik

Dolar Hong Kong mengalami fluktuasi tajam selama dua bulan, menyentuh kedua ujung kisaran perdagangannya dan memicu intervensi bank sentral yang besar.

Lee mengatakan pemerintahannya akan memperkuat peran kota ini sebagai pusat offshore yuan global. /Foto: AP / AP

Hong Kong akan mempertahankan sistem kurs mata uangnya dengan dolar AS, kata pemimpin pusat keuangan tersebut dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Senin, meskipun ada ketegangan geopolitik yang meningkat dan beberapa seruan untuk beralih ke kaitan dengan yuan China.

Dolar Hong Kong telah mengalami volatilitas tajam selama dua bulan terakhir, menguat hingga mencapai batas atas dari rentang perdagangan dan mendorong bank sentral de-facto kota tersebut untuk melakukan intervensi secara agresif, sebelum mata uang tersebut melemah mendekati batas bawah dalam beberapa sesi terakhir.

"Keterikatan Hong Kong dengan dolar AS telah terbukti menjadi salah satu faktor keberhasilan yang mendasar," kata John Lee kepada South China Morning Post, mencatat bahwa kaitan tersebut selalu menghadapi tekanan, terutama di masa-masa yang tidak pasti.

Untuk mempertahankan kaitan mata uang agar tetap bergerak dalam rentang 7,75 hingga 7,85 per dolar AS, Otoritas Moneter Hong Kong menyuntikkan HK$129,4 miliar ke pasar untuk membeli dolar AS senilai $16,7 miliar dalam beberapa intervensi bulan lalu.

Beberapa pengamat pasar telah menyerukan agar kaitan dolar AS Hong Kong dialihkan ke yuan, terutama di saat ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia menciptakan ketidakpastian.

Lee mengatakan bahwa pemerintahannya akan memperkuat peran Hong Kong tersebut sebagai pusat yuan lepas pantai global, sambil terus mempertahankan kaitan dengan dolar AS.

"Kami akan melakukan lebih banyak diversifikasi produk (yuan lepas pantai), sehingga dapat menghasilkan lebih banyak perdagangan," katanya kepada surat kabar tersebut, mencatat bahwa sekitar 80% pembayaran yuan lepas pantai diproses di Hong Kong.