Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia berencana membuka penawaran 10 wilayah kerja minyak dan gas bumi baru dalam ajang Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) yang dijadwalkan berlangsung pada 20–23 Mei 2026 di Jakarta.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi ESDM Laode Sulaeman mengatakan bahwa sejumlah blok tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi, Kalimantan, Papua, dan Sumatra.
Sebelumnya, pemerintah telah menyelesaikan kajian teknis terhadap 10 wilayah potensi migas tersebut yang merupakan bagian dari 110 area yang telah dipetakan hingga Februari 2026. Kajian dilakukan oleh Badan Geologi dan LEMIGAS untuk memperkuat kualitas data dan menarik minat investor.
Daftar blok yang akan dilelang mencakup wilayah Rupat, Puri, Karapan Baru, Pesut Mahakam, Bengara II, Maratua II, South Matindok, Lao-Lao, Rombebai, serta wilayah Papua Utara/Jayapura.
Pemerintah menyatakan terus mendorong penciptaan iklim investasi hulu migas yang lebih kompetitif melalui berbagai kebijakan fiskal baru. Di antaranya peningkatan skema bagi hasil hingga 50 persen bagi kontraktor, dari sebelumnya 15–30 persen, serta fleksibilitas pemilihan kontrak antara cost recovery dan gross split.
Pemerintah juga mempercepat proses perizinan lintas kementerian serta melakukan survei awal menggunakan anggaran negara untuk mengurangi risiko eksplorasi bagi investor.
Dalam kesempatan berbeda, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan perkembangan proyek Blok Tuna di Laut Natuna Utara. Ia mengatakan tahap engineering, procurement, and construction (EPC) akan segera dimulai.
“Harbour telah menjual sebagian sahamnya kepada perusahaan nasional. Saya kira EPC akan segera berjalan. Kami menargetkan produksi dipercepat pada 2028, atau paling lambat 2029,” ujar Bahlil dikutip Antara.
Proyek lepas pantai tersebut sebelumnya ditinggalkan oleh perusahaan Inggris Harbour Energy pada akhir 2025 setelah menghadapi sanksi. Pemerintah kini menargetkan percepatan produksi untuk memperkuat pasokan energi nasional.














