Sebuah derek di jalur kereta cepat di Thailand runtuh dan menimpa sebuah kereta penumpang pada Rabu, menyebabkan kereta keluar rel dan menewaskan sedikitnya 25 orang, kata pihak berwenang setempat.
"Dua puluh dua orang tewas dan lebih dari 30 orang luka-luka," kata kepala polisi setempat di provinsi Nakhon Ratchasima, Thatchapon Chinnawong.
Insiden terjadi pada Rabu sekitar pukul 09.00 waktu setempat (02.00 GMT) ketika sebuah derek yang digunakan untuk membangun jaringan kereta cepat jatuh menimpa sebuah kereta penumpang di Nakhon Ratchasima, timur laut ibu kota Bangkok.
"Sebuah derek runtuh menimpa sebuah kereta sehingga kereta keluar rel dan terbakar," kata departemen hubungan masyarakat provinsi Nakhon Ratchasima dalam sebuah pernyataan.
Cuplikan langsung yang disiarkan media lokal menunjukkan petugas penyelamat bergegas ke lokasi, dengan sebuah kereta berwarna cerah terguling ke samping sementara asap mengepul dari puing-puing.
Departemen provinsi Nakhon Ratchasima mengatakan kereta tersebut dalam perjalanan dari Bangkok menuju provinsi Ubon Ratchathani.
Menteri Perhubungan Phiphat Ratchakitprakarn mengatakan 195 orang berada di dalam kereta dan pihak berwenang sedang bergegas mengidentifikasi para korban yang meninggal.
Derek itu sedang digunakan dalam pembangunan proyek senilai $5,4 miliar untuk membangun jaringan kereta cepat di Thailand, yang didukung oleh Beijing, yang bertujuan menghubungkan Bangkok dengan Kunming di China melalui Laos pada 2028 sebagai bagian dari inisiatif infrastruktur besar China "Belt and Road".











