DUNIA
3 menit membaca
Iran respons tawaran mediasi Indonesia: tidak ada negosiasi dengan AS
Duta Besar Iran untuk Indonesia menyatakan Teheran tidak akan membuka negosiasi dengan Amerika Serikat, meski Jakarta menawarkan diri untuk memediasi konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.
Iran respons tawaran mediasi Indonesia: tidak ada negosiasi dengan AS
Duta Besar Iran untuk RI: Serangan AS-Israel adalah pelanggaran Piagam PBB. / Reuters
2 jam yang lalu

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan bahwa pemerintahnya menghargai kesiapan Indonesia untuk membantu memediasi konflik. Namun, ia menegaskan bahwa Iran tidak melihat kemungkinan adanya perundingan dengan Amerika Serikat.

“Kami tentu menyampaikan apresiasi atas pesan dan kesiapan mediasi yang telah disampaikan oleh Indonesia. Tetapi bagi kami, tidak ada negosiasi dengan negara yang melancarkan permusuhan terhadap kami, yaitu Amerika Serikat,” ujar Boroujerdi dalam konferensi pers, seperti dikutip Detik, Kamis.

Pernyataan itu disampaikan setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada awal pekan ini. Boroujerdi menilai tidak ada jaminan Washington akan mematuhi kesepakatan jika negosiasi dilakukan.

TerkaitTRT Indonesia - Ali Khamenei, anggota keluarga, tewas dalam serangan AS-Israel — Iran

Indonesia tawarkan peran mediasi

Sebelumnya, pemerintah Indonesia menyatakan siap membantu memfasilitasi dialog antara pihak-pihak yang terlibat konflik. Melalui unggahan resmi Kementerian Luar Negeri RI di platform X, pemerintah menyatakan kesiapan Presiden RI untuk melakukan upaya diplomasi jika diperlukan, termasuk melakukan kunjungan ke Teheran.

Indonesia juga menyesalkan kegagalan perundingan antara AS dan Iran yang dinilai memicu eskalasi militer di kawasan. Jakarta mendorong seluruh pihak untuk kembali menempuh jalur dialog dan diplomasi guna meredakan ketegangan.

Pakar nilai Indonesia punya keterbatasan

Sejumlah pengamat menilai Indonesia menghadapi tantangan besar jika ingin berperan sebagai mediator. Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menilai posisi Indonesia tidak sebanding dengan kekuatan Amerika Serikat dalam konteks perundingan tersebut.

“Indonesia saja tidak setara dengan Amerika. Bagaimana mendamaikan pihak yang tidak setara dalam situasi seperti ini,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), M. Waffa Kharisma. Menurutnya, Indonesia tidak memiliki daya tawar yang cukup kuat dalam konflik tersebut, sementara situasi di lapangan masih sangat eskalatif.

Waffa menilai langkah paling realistis bagi Indonesia saat ini adalah memperkuat ketahanan domestik agar tidak terdampak langsung oleh konflik, terutama dari sisi ekonomi dan energi.

Risiko ekonomi dan geopolitik

Dosen Hubungan Internasional Universitas Brawijaya, Yusli Effendi, menyoroti potensi dampak ekonomi yang dapat dirasakan Indonesia jika konflik semakin meluas, terutama terkait harga energi.

Menurutnya, lonjakan harga minyak dunia bisa terjadi jika konflik mengganggu jalur strategis seperti Selat Hormuz. Kondisi itu berpotensi memengaruhi subsidi energi dan defisit anggaran Indonesia.

Para analis juga menilai Indonesia perlu menjaga keseimbangan diplomasi. Sikap yang terlalu pasif berisiko memunculkan persepsi negatif dari berbagai pihak di panggung global, baik dari negara Barat maupun mitra lain seperti Iran dan kelompok negara BRICS+.

Ketegangan memanas di Timur Tengah

Konflik meningkat setelah serangan yang dilancarkan AS dan Israel ke Teheran menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, yang memimpin negara tersebut sejak 1989.

Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa sejumlah pejabat tinggi, termasuk anggota keluarga Khamenei dan petinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), turut menjadi korban.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke sejumlah target yang terkait dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah, termasuk pangkalan militer AS di Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.

Pemerintah Iran menyatakan akan terus melanjutkan operasi militernya. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa angkatan bersenjata negaranya akan bertindak untuk menghancurkan basis-basis musuh di kawasan.

SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Menlu perintahkan Dubes RI di Iran segera evakuasi WNI
Puluhan jamaah umrah asal Ponorogo masih di Tanah Suci, kepulangan dijadwalkan 10 Maret
Senat AS menolak upaya untuk mengakhiri perang Washington terhadap Iran
Bisakah Washington mempertahankan perang panjang dengan Iran?
Pemimpin Hizbullah bersumpah akan menghadapi Israel 'sepenuhnya'
Jerman dan Belgia tolak bergabung dalam serangan AS-Israel ke Iran
Serangan udara mengguncang Teheran, 100.000 orang meninggalkan kota dalam dua hari pertama perang
Serangan terhadap Iran dinilai ilegal
Israel meluncurkan serangan terbaru di Beirut saat ketegangan regional meningkat
NATO menembak jatuh rudal balistik Iran yang menuju Türkiye
Indonesia tunda dialog Dewan Perdamaian (BoP) Gaza di tengah krisis Iran yang emakin memanas
Massa berkumpul di kedubes AS di Jakarta, mengecam serangan terhadap Iran dan BoP
Menlu: Indonesia tunda dialog Dewan Perdamaian (BoP) Gaza di tengah krisis Iran semakin memanas
Lingkaran MAGA kecam Trump usai gabung 'perang Israel' di Iran, Trump balas 'MAGA adalah Trump'
Trump perintahkan Angkatan Laut AS untuk mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz
Perang Israel-AS terhadap Iran adalah pembangunan militer AS terbesar di Timur Tengah: CENTCOM
Nepal menuju pemilu krusial pasca-kerusuhan saat pesaing utama berebut untuk kursi di luar ibu kota
Junta Myanmar berlakukan rasionalisasi bahan bakar untuk kendaraan pribadi akibat konflik di Timteng
China gelar pertemuan politik besar untuk tetapkan rencana pertumbuhan lima tahun
AS kehilangan hampir US$2 miliar peralatan militer dalam 4 hari pertama perang dengan Iran