DUNIA
2 menit membaca
Hacker menargetkan satelit TV negara Iran untuk siarkan pesan dari ‘putra mahkota’ yang diasingkan
Pengambilalihan singkat atas saluran televisi negara Iran menyoroti meningkatnya ketidakpuasan dan tekanan eksternal terhadap Tehran saat protes terus berlanjut dan ketegangan AS-Iran semakin memanas.
Hacker menargetkan satelit TV negara Iran untuk siarkan pesan dari ‘putra mahkota’ yang diasingkan
Seorang pria memegang laptop sementara kode siber diproyeksikan ke tubuhnya dalam gambar ilustrasi ini [FILE]. / Reuters

Peretas atau hacker mengganggu siaran satelit televisi negara Iran untuk menayangkan rekaman yang mendukung 'putra mahkota' yang diasingkan dan menyerukan kepada aparat keamanan agar tidak 'mengarahkan senjata kepada rakyat,' demikian rekaman yang beredar online, gangguan terbaru yang menyusul protes nasional di negara itu.

Peretasan terjadi pada Minggu malam (18/01) saat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran tetap tinggi terkait protes anti-pemerintah setelah Presiden Donald Trump menetapkan garis merah untuk negara itu.

Sebuah kapal induk AS, yang beberapa hari sebelumnya berada di Laut China Selatan, melintasi Singapura semalam untuk memasuki Selat Malaka — menempatkannya di jalur yang bisa membawanya ke Timur Tengah.

Rekaman itu disiarkan pada Minggu malam di beberapa saluran yang disiarkan lewat satelit oleh Islamic Republic of Iran Broadcasting, penyiar negara Iran.

Video itu menayangkan dua cuplikan Reza Pahlavi yang mengklaim diri sebagai Putra Mahkota, putra dari shah terakhir Iran yang digulingkan oleh Revolusi Iran pada 1979, lalu memasukkan rekaman aparat keamanan dan orang lain yang tampak mengenakan seragam polisi Iran.

Dalam video tersebut diklaim tanpa bukti bahwa pihak lain telah 'meletakkan senjata mereka dan bersumpah setia kepada rakyat.'

Sebuah grafis bertuliskan: 'Ini pesan untuk tentara dan aparat keamanan. Jangan arahkan senjata kalian kepada rakyat. Bergabunglah dengan bangsa demi kebebasan Iran.'

TerkaitTRT Indonesia - Kelompok HAM: Jumlah korban tewas dalam kerusuhan di Iran capai lebih dari 2.570 orang

Rekaman di media sosial yang dibagikan dari luar negeri, kemungkinan oleh mereka yang menggunakan satelit Starlink untuk mengatasi pemadaman internet, menunjukkan peretasan sedang berlangsung di beberapa saluran. Kampanye Pahlavi juga membagikan rekaman tersebut.

Peretasan pada hari Minggu bukan kali pertama siaran Iran terganggu.

Pada 1986, The Washington Post melaporkan bahwa CIA memasok sekutu Pahlavi 'sebuah pemancar televisi miniatur untuk siaran rahasia selama 11 menit' ke Iran yang membajak sinyal dua stasiun di Republik Islam.

Ayah Reza Pahlavi, Shah Mohammad Reza Pahlavi, melarikan diri dari Iran menjelang Revolusi Iran 1979. Pahlavi, si anak, mendesak para pengunjuk rasa turun ke jalan pada 8 Januari.

Namun, sejauh mana dukungan terhadap Pahlavi di dalam Iran masih menjadi pertanyaan terbuka.

TerkaitTRT Indonesia - AS klaim Iran hentikan ‘eksekusi terhadap 800 pengunjuk rasa’
SUMBER:AP