Tentara Israel menahan 15 warga Palestina dalam serangan di Tepi Barat, pekerja diserang dekat Yerusalem

Pasukan Israel disebut telah menyiapkan penyergapan di area tersebut sebelum menahan para pekerja.

By
Serangan oleh pasukan Israel dan pemukim ilegal di Tepi Barat telah menewaskan 1.133 warga Palestina sejak Oktober 2023. / AA

Tentara Israel melakukan serangkaian penggerebekan luas di wilayah Tepi Barat yang diduduki, dengan menahan 15 warga Palestina.

Pemerintah wilayah Yerusalem menyatakan pasukan Israel menahan 12 pekerja Palestina pada Minggu saat mereka mencoba memasuki Yerusalem Timur yang diduduki, di dekat kawasan industri Atarot di utara kota.

Kantor berita resmi Palestina, WAFA, melaporkan bahwa pasukan Israel telah menyiapkan penyergapan di area tersebut sebelum menahan para pekerja. Kondisi kesehatan dan keberadaan mereka hingga kini belum diketahui.

Di wilayah tengah Tepi Barat yang diduduki, pasukan Israel menggerebek sejumlah desa di timur Ramallah, menembakkan peluru tajam dan mengubah rumah warga menjadi posisi militer, menurut laporan WAFA.

Penggerebekan menargetkan desa Kafr Malik, Deir Jarir, dan Al-Mughayyir. Tentara dilaporkan menyerbu rumah warga Hamza Asaad Abu Alia dan Naseem Abu Alia, memaksa keluarga mereka keluar, lalu menjadikan rumah tersebut sebagai pos militer.

Lebih ke selatan, pasukan Israel mendirikan pos pemeriksaan militer di pintu masuk barat wilayah pedesaan Bethlehem, menghentikan kendaraan dan memeriksa identitas warga.

Militer juga menggerebek desa Al Khader di selatan Bethlehem, menahan tiga warga Palestina serta menembakkan granat kejut, tambah laporan tersebut.

Sejak pecahnya perang Gaza pada 8 Oktober 2023, serangan oleh pasukan Israel dan pemukim ilegal di Tepi Barat yang diduduki telah menewaskan 1.133 warga Palestina, melukai sekitar 11.700 lainnya, dan menyebabkan sekitar 22.000 orang ditangkap.

Dalam opini penting pada Juli 2024, International Court of Justice menyatakan pendudukan Israel atas wilayah Palestina melanggar hukum internasional dan menyerukan evakuasi seluruh permukiman di Tepi Barat serta Yerusalem Timur yang diduduki.