ASIA
2 menit membaca
Menteri Pertahanan Pakistan dan India akan bertemu langsung di China setelah ketegangan di Kashmir
Pertemuan langka antara pejabat-pejabat tinggi Asia Selatan yang saling bersaing diperkirakan akan terjadi di KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai di Qingdao, yang diselenggarakan oleh Beijing.
Menteri Pertahanan Pakistan dan India akan bertemu langsung di China setelah ketegangan di Kashmir
Baik India maupun Pakistan adalah negara pemilik senjata nuklir dan anggota Badan Energi Atom Internasional, yang mengatur senjata nuklir. / Reuters / Reuters

Menteri Pertahanan Pakistan dan India diperkirakan akan bertemu langsung untuk pertama kalinya sejak ketegangan militer antara kedua negara nuklir Asia Selatan bulan lalu terkait Kashmir, saat para pejabat dari Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) berkumpul untuk pertemuan puncak dua hari di China timur.

Pertemuan ini dimulai pada hari Rabu di Qingdao dan dipimpin oleh Menteri Pertahanan China, Laksamana Dong Jun.

Menurut pernyataan dari Kementerian Pertahanan China, acara ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan regional, khususnya di Timur Tengah.

Delegasi Pakistan akan dipimpin oleh Menteri Pertahanan mereka, Khwaja Asif. Sementara itu, Menteri Pertahanan India, Rajnath Singh, juga dijadwalkan hadir bersama delegasi tingkat tinggi dan akan mengadakan pembicaraan di sela-sela pertemuan dengan rekan-rekannya dari China, Rusia, dan negara-negara peserta lainnya.

TerkaitTRT Global - Penembakan jet Rafale oleh Angkatan Udara Pakistan dan dampaknya bagi India

Sejak insiden militer pada Mei 2025 antara India dan Pakistan di wilayah sengketa Kashmir, hubungan antara kedua negara bersenjata nuklir ini tetap tegang. Pertemuan puncak SCO akan berfokus pada keamanan regional dan global, kerja sama kontra-terorisme, serta koordinasi militer di antara negara-negara anggota.

China, yang saat ini memegang presidensi bergilir, menyatakan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk "mengonsolidasikan dan memperdalam kepercayaan militer bersama" serta "menjaga perdamaian dan stabilitas regional."

SCO didirikan pada tahun 2001 dan mencakup China, Rusia, India, Pakistan, Iran, Kazakhstan, Kirgizstan, Uzbekistan, Tajikistan, dan Belarus. Struktur Anti-Terorisme Regional (RATS) dianggap sebagai badan keamanan inti dalam organisasi ini.

Tema presidensi China tahun ini adalah "Menjunjung Semangat Shanghai: SCO Bergerak Maju."

TerkaitTRT Global - Pertempuran udara India-Pakistan libatkan 125 jet, terbesar sejak Perang Dunia II

SUMBER:TRT World and Agencies
Jelajahi
Kabut asap karhutla dari Indonesia selimuti Kuala Lumpur, 108 sekolah di Sarawak ditutup
Latihan bersama China di timur Taiwan dinilai rutin, TNI AL tegaskan diplomasi maritim
Perkuat jalur laut vital, Indonesia, Malaysia, dan Singapura gelar latihan keamanan maritim bersama
Kebakaran KMP Putri Yasmin, satu orang meninggal dan 106 dievakuasi
Rupiah melemah di tengah kenaikan harga minyak dan geopolitik Timur Tengah
Eks Menag Yaqut didakwa rugikan negara Rp622 miliar dalam kasus kuota haji
KPK tahan 4 tersangka dugaan korupsi iklan Bank BJB, rugikan negara Rp223,6 miliar
Indonesia finalisasi kontrak tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026
Ratusan senjata api dan narkoba ditemukan di sekolah, Menteri PPPA minta hak siswa tetap dilindungi
Prabowo terima laporan B50, dorong reformasi BUMN untuk ketahanan energi nasional
Destry Damayanti jadi kandidat tunggal gubernur BI, pasar soroti arah kebijakan Prabowo
Mobil Drag Race tabrak penonton di Kotamobagu, 8 tewas dan 9 terluka
BNN bersama tim gabungan gagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin senilai Rp4,55 triliun di Kepri
ASEAN peringati hari jadi ke-59 , Indonesia dorong persatuan dan lindungi kepentingan rakyat
OJK catat aset industri keuangan syariah tembus Rp3.131 triliun pada 2025
BGN investigasi dapur MBG di Jayapura setelah 527 orang diduga keracunan makanan
Petani karet Indonesia ramai-ramai beralih ke kelapa sawit akibat anjloknya harga
Destry Damayanti jadi calon kuat gubernur BI gantikan Perry Warjiyo
Bahlil dorong peningkatan produksi migas Aceh, sebut Andaman jadi prioritas strategis
Restrukturisasi Whoosh: Indonesia ambil alih kendali usai amankan mayoritas saham KCIC dari China