PERANG GAZA
2 menit membaca
Mantan PM Israel: Apa yang disebut 'kota kemanusiaan' di Gaza adalah 'kamp konsentrasi'
Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert menyamakan rencana "kota kemanusiaan" pemerintah Netanyahu di Rafah, Gaza, sama saja dengan kamp konsentrasi, ia mengatakan bahwa implementasi hal tersebut mengarah pada pembersihan etnis.
Mantan PM Israel: Apa yang disebut 'kota kemanusiaan' di Gaza adalah 'kamp konsentrasi'
Serangan Israel terhadap Gaza terus berlanjut. / AA

Mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert, mengkritik rencana pemerintah Netanyahu untuk membangun apa yang disebut sebagai “kota kemanusiaan” di Rafah, Gaza bagian selatan, dengan menyamakannya sebagai “kamp konsentrasi.”

Dalam wawancara dengan The Guardian pada hari Minggu, Olmert menegaskan bahwa jika rencana tersebut dilaksanakan, itu akan menjadi bentuk “pembersihan etnis.” Ia menambahkan, “Jika [warga Palestina] diasingkan ke ‘kota bantuan kemanusiaan’ yang baru, Anda bisa mengatakan ini adalah bagian dari pembersihan etnis.”

Olmert juga menambahkan bahwa alih-alih membantu warga Palestina di Gaza, pembangunan “kota kemanusiaan” semacam itu justru akan mengakibatkan pemindahan paksa mereka.

TerkaitTRT Global - Jumlah warga Palestina yang tewas di lokasi bantuan Gaza yang kontroversial mencapai 833 jiwa

‘Kota kemanusiaan’?

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa bahkan jika gencatan senjata tercapai, Israel ingin tetap mengontrol Rafah.

Ia menyebutkan bahwa dirinya telah menginstruksikan militer untuk mempersiapkan rencana pembangunan “kota kemanusiaan” di wilayah tersebut untuk mendeportasi warga Palestina ke negara lain.

Katz mengatakan bahwa setelah orang-orang memasuki wilayah tersebut, mereka tidak akan diizinkan keluar.

Ia menjelaskan bahwa warga Palestina akan menjalani proses penyaringan sebelum masuk, dan mereka bertujuan untuk memindahkan sekitar 600.000 orang pada tahap awal.

Ia menambahkan bahwa tujuan dari rencana ini adalah untuk mengumpulkan semua warga Palestina di sebuah area yang “dikelola oleh organisasi internasional dan diamankan oleh militer Israel.”

Media Israel melaporkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga memerintahkan pendirian “kota kemanusiaan” di Rafah dalam rapat kabinet pada 5 Juli.

Klaim tersebut datang setelah pernyataan bahwa meskipun Israel mencapai gencatan senjata dengan Hamas, mereka tidak akan mundur dari Rafah, yang terletak di antara koridor Morag dan Philadelphi.

Gagasan untuk mendeportasi warga Palestina dari Gaza ke negara lain awalnya diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump dan kemudian diadopsi oleh Israel, dengan Netanyahu berulang kali menyatakan bahwa mereka sedang bekerja untuk mewujudkannya.

SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Patung Yesus yang hancur, Israel, dan penghinaan terhadap akuntabilitas
Microsoft hapus penunjukan Israel dan perbarui peta untuk Tepi Barat yang diduduki
Bagaimana para peneliti membangun kasus yang tak terbantahkan tentang penyiksaan seksual oleh Israel terhadap tahanan Palestina
Türkiye, tujuh negara mengecam Israel atas pelanggaran di Al-Aqsa, dan perluasan permukiman ilegal
Pemukim ilegal Israel serang petani Palestina di Tepi Barat yang diduduki
Israel membunuh lima termasuk anak-anak dalam serangan terhadap Masjid di Beit Lahia
Kemlu kecam pemasangan spanduk provokatif Israel di reruntuhan RS Indonesia Gaza
Uni Eropa terpecah soal menghentikan perjanjian dengan Israel: siapa di pihak mana?
Israel pampang bendera dan spanduk provokatif di RS Indonesia Gaza yang sudah hancur total
Berikut 4 hal yang perlu diketahui soal mandeknya rencana perdamaian Gaza
Rekonstruksi Gaza diperkirakan akan menelan biaya lebih dari $71 miliar: laporan UE-PBB
Rasa bersalah: Beberapa tentara Israel mengaku ketidaknyamanan moral setelah melakukan genosida
Indonesia kembali kirim 500 ton bantuan kemanusiaan ke Gaza
Utusan Iran di PBB sebut blokade Amerika sebagai ‘tindakan agresi’
Enam bulan setelah gencatan senjata, serangan Israel terus berlanjut
Menteri sayap kanan Israel kecam kanselir Jerman soal peringatan aneksasi ilegal Tepi Barat
Gaza hadapi kekurangan tepung parah, pasokan jauh di bawah kebutuhan
Israel membunuh 5 warga Palestina, termasuk siswa kelas 3, dalam serangan di Gaza
Negara-Arab kecam keras penyerbuan menteri ekstremis Israel ke Masjid Al-Aqsa
Palestina menyerukan aksi dan sanksi internasional usai serangan mematikan pemukim ilegal Israel