Pemerintah Indonesia menyiapkan sejumlah strategi fiskal untuk memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tetap stabil hingga akhir tahun tanpa mengganggu kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Langkah strategis tersebut dibahas dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10).
Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, menyoroti bahwa kebijakan mempertahankan harga BBM bersubsidi merupakan langkah penting dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.
"Kami menyampaikan kepada Bapak Presiden bahwa langkah pemerintah untuk menjaga harga BBM bersubsidi ini sudah tepat, terutama untuk menjaga daya beli masyarakat saat ini," ujar Seto usai pertemuan.
Seto menjelaskan, pelaksanaan strategi fiskal ini akan dijalankan oleh Kementerian Keuangan dengan dukungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Sinergi tersebut ditujukan agar pembiayaan subsidi tetap berkelanjutan serta tidak membebani ketahanan fiskal negara.
Selain langkah jangka pendek hingga akhir tahun, pemerintah dan DEN juga merancang pembenahan sistemik untuk jangka panjang, khususnya pada mekanisme penyaluran subsidi energi.
Pemerintah berkomitmen meningkatkan ketepatan sasaran alokasi subsidi agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh kelompok masyarakat yang paling membutuhkan serta meminimalkan potensi penyaluran yang tidak efektif.


















