BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Indonesia dan Uzbekistan jajaki investasi ketahanan pangan dan ekonomi hijau
Selain membahas pangan, ekonomi hijau dan perjanjian perdagangan bebas, Kedua pihak turut membahas pembentukan rute penerbangan langsung Tashkent-Jakarta.
Indonesia dan Uzbekistan jajaki investasi ketahanan pangan dan ekonomi hijau
Indonesia dan Uzbekistan jajaki investasi ketahanan pangan dan ekonomi hijau. /Foto: Kemenko Pangan

Indonesia dan Uzbekistan kini menjajaki perluasan investasi di sektor pangan, pertanian, dan energi ramah lingkungan, hal ini disampaikan usai pertemuan bilateral antara Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dengan Wakil Perdana Menteri Uzbekistan bidang Investasi, Industri, dan Perdagangan Jamshid Khodjaev, di Tashkent pada 29-30 Oktober 2026. 

Selain perluasan investasi, kedua negara membahas peningkatan perdagangan produk pertanian, termasuk potensi pasokan buah kering Uzbekistan ke Indonesia dengan memenuhi standar keamanan pangan.

Zulkifli menyebut capaian swasembada delapan komoditas pangan Indonesia dapat menjadi landasan untuk memperluas pasar dan membuka peluang investasi. Produksi beras nasional meningkat 13,54 persen dan jagung 9,34 persen, sementara cadangan beras pemerintah mencapai 4,57 juta ton.

Untuk memperluas hubungan ekonomi, Indonesia dan Uzbekistan juga tengah merundingkan perjanjian perdagangan bebas atau Indonesia-Uzbekistan Free Trade Agreement (IU-FTA) yang diluncurkan pada 2 Maret 2026. 

Perdagangan bilateral kedua negara mencapai $181,4 juta pada 2025, naik 48,9 persen dibandingkan 2021. Kedua pihak turut membahas pembentukan rute penerbangan langsung Tashkent-Jakarta.

Selain pangan dan perdagangan, Zulkifli bertemu dengan Ketua Komite Nasional Ekologi dan Perubahan Iklim Uzbekistan Aziz Abdukhakimov untuk membahas investasi hijau, pengelolaan lingkungan, dan aksi iklim menjelang COP31. 

Salah satu peluang yang dijajaki adalah pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi atau waste-to-energy (WTE).

Mengenai pengelolaan lingkungan, Indonesia menawarkan kerja sama pengelolaan kawasan konservasi dan pertanian berkelanjutan, dengan mengandalkan pengalaman rehabilitasi sekitar dua juta hektare lahan terdegradasi pada 2015–2025, termasuk pemulihan 90 ribu hektare mangrove.

"Pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan," kata Zulkifli, seraya menilai kemitraan kedua negara dapat mencakup energi dari sampah, konservasi alam, hingga pengembangan pertanian berkelanjutan.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia-Kazakhstan siapkan 20 kesepakatan jelang kunjungan Prabowo pada 2027
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
BI yakinkan investor gejolak pasar saham akibat peringatan MSCI bersifat sementara
Indonesia targetkan ekspor nikel senilai $45 miliar pada 2026
Fasilitas GSP berakhir Januari 2027, Indonesia percepat penandatanganan IEU-CEPA
Rupiah tertekan hingga Rp18.183 per dolar AS di tengah lonjakan harga minyak
Pemerintah bidik target kerja sama perdagangan AS senilai US$33 miliar
Uni Emirat Arab pasok 30 juta barel minyak ke tanah air untuk jamin ketahanan energi
Laba bersih BUMN melonjak 18,4 persen, Danantara sebut transformasi mulai berbuah hasil
Program bioetanol E50 Indonesia butuhkan pembangunan 320 pabrik baru
Indonesia-India luncurkan koridor teknologi kreatif, kembangkan AI dan pasar global
Indonesia perketat pengawasan bursa saham setelah peringatan MSCI
SKK Migas tawarkan investasi pengembangan 43 temuan migas di Indonesia
BI targetkan transaksi mata uang lokal tembus $55 miliar pada 2026
Uang beredar di Indonesia naik jadi Rp10.587 triliun per September 2026
Perjanjian dagang Indonesia-Kanada mulai berlaku 1 Desember 2026, buka peluang ekspor dan investasi
IHSG menguat, saham BUMN perbankan hingga tambang dorong pemulihan pasar
Bank Indonesia tahan suku bunga acuan di level 5,75 persen di tengah gejolak pasar
Pemerintah siapkan strategi fiskal jaga harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun
Investasi hilirisasi Indonesia capai Rp480 triliun hingga September 2026
Indonesia-Kamerun dan Afrika Tengah perkuat kemitraan ekonomi senilai $60 juta
Konsensus tipis ekonom perkirakan Bank Indonesia tahan suku bunga acuan di tengah gejolak pasar