BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Pembangunan kapal selam Scorpene dimulai, Indonesia-Prancis perkuat industri pertahanan
Proyek ini diperkirakan menciptakan sekitar 2.250 lapangan pekerjaan, termasuk sektor pendukung dan pemeliharaan pascapenyerahan.
Pembangunan kapal selam Scorpene dimulai, Indonesia-Prancis perkuat industri pertahanan
Naval Group menyebut Scorpene Evolved akan dibekali teknologi peredam akustik yang digunakan pada kapal selam nuklir Prancis. / Dok. PT PAL Indonesia

Indonesia dan Prancis memasuki tahap baru kerja sama pertahanan setelah PT PAL Indonesia dan perusahaan pertahanan Prancis Naval Group memulai pembangunan dua kapal selam Scorpene Evolved untuk TNI Angkatan Laut melalui program Scorpene Republik Indonesia (SRI).

Tahap konstruksi fisik dimulai pada Juli 2026 dengan proses pemotongan baja (steel cutting), lebih cepat dua bulan dibanding jadwal awal yang direncanakan pada September. Langkah tersebut menandai kesiapan Indonesia untuk memproduksi kapal selam rancangan Prancis di dalam negeri.

Direktur Produksi PT PAL Indonesia Diana Rosa mengatakan percepatan proyek dimungkinkan setelah perusahaan menyelesaikan seluruh tahapan kualifikasi yang dipersyaratkan.

Menurut Diana, proses verifikasi menunjukkan sumber daya manusia, fasilitas produksi, metode manufaktur, serta sistem pengendalian mutu PT PAL telah memenuhi standar internasional untuk pembangunan kapal selam.

"Program ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kompetensi insinyur Indonesia, memperkuat industri pertahanan nasional, dan mengembangkan ekosistem manufaktur berteknologi tinggi yang mampu bersaing secara global," ujar Diana dikutip oleh Antara.

Transfer teknologi kapal

Program Scorpene berawal dari kontrak yang ditandatangani Kementerian Pertahanan Indonesia, Naval Group, dan PT PAL pada 2024. Dalam skema transfer teknologi penuh, seluruh proses pembangunan dan perakitan kapal selam dilakukan di Indonesia oleh tenaga ahli nasional.

Naval Group menyebut Scorpene Evolved akan dibekali teknologi peredam akustik yang digunakan pada kapal selam nuklir strategis Prancis. Kapal ini juga menggunakan sistem tempur SUBTICS, sensor akustik dan non-akustik terintegrasi, sonar generasi terbaru, serta baterai lithium-ion yang memungkinkan misi hingga 80 hari. Kapal selam tersebut dirancang mampu membawa hingga 18 torpedo berat dan rudal anti-kapal Exocet. 

Selain memperkuat kemampuan pertahanan Indonesia, proyek ini diperkirakan menciptakan sekitar 2.250 lapangan pekerjaan, termasuk sektor pendukung dan pemeliharaan pascapenyerahan. 

PT PAL dan Naval Group juga membuka peluang kerja sama lanjutan yang dapat menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi maupun pemeliharaan armada Scorpene untuk negara lain di masa mendatang, sejalan dengan ambisi nasional untuk menguasai teknologi kapal selam secara mandiri dan memasuki pasar ekspor pada periode 2042-2050.

TerkaitTRT Indonesia - TNI AL terima KRI Canopus-936, perluas kapasitas penyelamatan kapal selam
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi