Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menilai kehadiran kapal induk perdana Indonesia, eks ITS Giuseppe Garibaldi asal Italia, akan menjadi katalis utama dalam membangkitkan dan memperkuat industri pertahanan nasional.
Kepala Biro Humas dan Informasi Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan bahwa pengadaan kapal tersebut membuka ruang strategis untuk mendongkrak kapabilitas sektor maritim domestik.
Melalui skema alih teknologi (transfer of technology) dari pihak pembangun kapal di Italia, industri dalam negeri diharapkan mampu meningkatkan standar dan kualitas produksi alutsista maritim secara mandiri.
Kemenhan memastikan pelaku industri pertahanan lokal akan dilibatkan langsung dalam pemeliharaan berkala kapal induk tersebut usai proses adopsi teknologi tuntas, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia nasional.
Setibanya di tanah air usai menempuh pelayaran dari Italia, kapal tersebut dijadwalkan menjalani prosesi serah terima resmi di Jakarta.
Prosesi tersebut akan ditandai dengan penandatanganan dokumen hibah sebelum armada diarahkan menuju pangkalan utamanya di Lampung di bawah operasional penuh TNI Angkatan Laut.
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengonfirmasi bahwa kapal penjelajah tersebut akan resmi berganti nama menjadi KRI Gajah Mada dan mengibarkan bendera Merah Putih setibanya di Indonesia pada September mendatang.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya juga mengungkapkan bahwa kapal induk ini akan dimodifikasi sesuai dengan doktrin dan kebutuhan pertahanan maritim Indonesia oleh galangan kapal pelat merah PT PAL Indonesia, dengan dukungan anggaran yang telah dipersiapkan kementerian.



















