DUNIA
2 menit membaca
‘Butcher of Bosnia’ Ratko Mladic alami stroke saat jalani hukuman seumur hidup
Darko Mladic, putra Ratko Mladic, menyebut kondisi kesehatan ayahnya terus menurun dari hari ke hari.
‘Butcher of Bosnia’ Ratko Mladic alami stroke saat jalani hukuman seumur hidup
Mladic divonis penjara seumur hidup oleh pengadilan PBB 2017 atas genosida dan kejahatan perang terhadap etnis Bosniak selama perang Bosnia 1990-an. / Reuters
16 April 2026

Penjahat perang Serbia Bosnia, Ratko Mladic, yang tengah menjalani hukuman penjara seumur hidup di Den Haag, dilaporkan mengalami stroke ringan dan kini dalam kondisi kesehatan yang terus memburuk, menurut keterangan putranya kepada televisi publik Serbia Bosnia.

Pada Rabu, putranya, Darko Mladic, mengatakan kepada televisi RTRS bahwa ia pertama kali menerima informasi awal mengenai kondisi ayahnya pada Jumat, setelah dihubungi oleh dokter yang berwenang dari PBB.

“Ia menjelaskan secara singkat bahwa mereka menduga itu adalah stroke ringan (silent stroke), bahwa ayah saya sempat dibawa ke rumah sakit sipil, lalu dikembalikan (ke penjara) setelah menjalani pemindaian dan pemeriksaan,” ujarnya.

Menurut Darko, kondisi ayahnya terus memburuk dari hari ke hari.

“Situasinya sangat serius.”

Ia menambahkan bahwa pihak keluarga masih menunggu dokumen medis dari Den Haag agar dokter di Serbia dapat meninjau apa yang sebenarnya terjadi.

Keluarga berharap pria berusia 81 tahun itu dapat diizinkan menjalani perawatan di Serbia, tambahnya.

‘Butcher of Bosnia’

Mladic ditangkap di Serbia pada 2011 setelah 16 tahun buron.

Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan PBB pada 2017 atas kejahatan genosida dan kejahatan perang terhadap Muslim Bosnia selama perang Bosnia pada 1990-an.

Mantan komandan militer Serbia Bosnia yang dijuluki “Butcher of Bosnia” itu dinyatakan bersalah, terutama atas perannya dalam pengepungan Sarajevo serta pembantaian Srebrenica pada 1995 yang menewaskan lebih dari 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim Bosnia—yang oleh pengadilan internasional dikategorikan sebagai genosida.

Hingga kini belum ada komentar resmi dari otoritas di Den Haag terkait kondisinya.

Mladic sejak lama disebut oleh tim kuasa hukumnya dalam kondisi sakit dan lemah, dan pihak pembela pertama kali mengajukan permohonan pembebasan sementara atas alasan medis pada 2017.

Pada Juli 2025, pengadilan PBB menolak permohonan pembebasan lebih awal, dengan alasan kondisinya belum memenuhi kriteria “penyakit terminal akut” yang menjadi syarat pembebasan.

SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Pengadilan Australia bebaskan bersyarat tentara yang digugat atas kejahatan perang di Afghanistan
Menlu Türkiye Fidan bertemu PM Pakistan Sharif di tengah upaya gencatan AS-Iran jelang ADF 2026
Menlu RI batal hadir, Dubes wakili Indonesia di Forum Diplomasi Antalya (ADF) 2026 di Türkiye
Indonesia amankan kesepakatan impor minyak Rusia, Menteri ESDM: Harga BBM subsidi tak naik
China kecam ancaman sanksi AS terhadap bank-banknya terkait Iran
Cadangan bahan bakar jet Eropa diperkirakan hanya cukup 6 minggu: IEA
Mengapa persaingan AS-Iran di Selat Hormuz tidak mungkin memiliki pemenang mutlak
Akankah peningkatan ekspor minyak membuat rakyat Venezuela mengendalikan perekonomian mereka?
Trump: Kesepakatan Iran 'sangat dekat', pertimbangkan kunjungan ke Pakistan untuk penandatanganan
Israel dan Lebanon sepakat untuk gencatan senjata selama 10 hari: Trump
Pentagon dilaporkan 'percepat' rencana operasi militer kemungkinan di Kuba
Israel terus melakukan serangan mematikan di Lebanon
Pakistan dorong pembicaraan AS-Iran baru saat kerangka kesepakatan nuklir mulai terbentuk
Iran menargetkan $15 miliar dari biaya transit Selat Hormuz yang dibayar dalam mata uang lokal
Indonesia kaji proposal izin lintas udara AS, tegaskan kedaulatan dan stabilitas kawasan
Putin undang Presiden Prabowo untuk kembali kunjungi Rusia pada Mei dan Juli mendatang
Indonesia dan sembilan negara desak perlindungan pekerja kemanusiaan di Lebanon
Presiden FIFA mengatakan Iran 'pasti' berpartisipasi di Piala Dunia
Tiga tahun berlalu, dapur umum masyarakat Sudan sedang runtuh di bawah perang dan kelaparan
25 kapal melintasi Selat Hormuz saat lalu lintas maritim terus berlangsung meskipun blokade AS