Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Jepang agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti seluruh arahan dari otoritas setempat setelah gempa berkekuatan 7,1 magnitudo mengguncang Prefektur Kumamoto pada Selasa (28/7) pukul 16.35 waktu setempat.
Hingga kini, berdasarkan hasil koordinasi dengan jaringan komunitas WNI di wilayah terdampak, belum terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun warga Indonesia yang terdampak langsung akibat gempa tersebut.
KBRI Tokyo bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan pemerintah Jepang dan komunitas WNI di kawasan terdampak.
Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula, meminta seluruh WNI di Prefektur Kumamoto untuk mengutamakan keselamatan diri dan keluarga serta terus mengikuti informasi resmi serta mengikuti arahan dan instruksi dari otoritas setempat terkait langkah-langkah evakuasi maupun tindakan keselamatan lainnya.
"Kepada seluruh warga Indonesia di wilayah Prefektur Kumamoto agar tetap tenang dan waspada. Utamakan keselamatan diri dan keluarga serta terus memantau informasi resmi perkembangan situasi melalui Japan Meteorological Agency (JMA), Pemerintah Jepang," ujar Al Aula.
Ia menambahkan bahwa KBRI Tokyo terus menjalin komunikasi dengan komunitas WNI di Kumamoto dan sekitarnya, serta berkoordinasi dengan otoritas Jepang guna memastikan kondisi para warga Indonesia serta memperoleh informasi terbaru mengenai dampak gempa.
KBRI Tokyo dan KJRI Osaka menyatakan akan terus mengikuti perkembangan pascagempa dan mengimbau WNI yang membutuhkan bantuan untuk segera menghubungi saluran darurat yang telah disediakan oleh perwakilan RI di Jepang.

























