Besiktas dan Trabzonspor tolak tawaran sponsor Coca-Cola terkait kekejaman Israel di Gaza

"Kami tidak dapat menerima perjanjian tersebut karena kami tidak menganggapnya etis," kata Sekretaris Jenderal Besiktas Ugur Fora.

By
Penggemar Besiktas membentangkan spanduk bertuliskan 'Palestina Akan Merdeka' dalam pertandingan Liga Super Turki.

Klub sepak bola Türkiye Besiktas dan Trabzonspor sama-sama menolak tawaran sponsor dari Coca-Cola, dengan alasan kepekaan terhadap sentimen publik atas kekejaman Israel yang terus berlangsung di Gaza.

Sekretaris Jenderal Besiktas, Ugur Fora, mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Jumat bahwa klub tidak bisa mengabaikan keprihatinan masyarakat.

"Kami tidak bisa menerima kesepakatan seperti itu karena kami tidak menganggapnya etis. Sebagai Besiktas, prioritas kami selalu kepekaan komunitas kami. Kejadiannya jelas, dan para penggemar kami tidak mendukung kesepakatan ini. Dengan mempertimbangkan perasaan bangsa dan masyarakat kami, kami tidak ingin melanjutkan kesepakatan semacam itu. Besiktas selalu berada di pihak nurani," katanya.

Presiden Trabzonspor, Ertugrul Dogan, juga menolak tawaran sponsor tersebut, mengatakan, "Apa yang terjadi di Palestina dan Gaza sudah jelas. Nurani saya tidak mengizinkan kesepakatan semacam itu."

Penolakan itu muncul di tengah seruan yang lebih luas di Türkiye dan negara lain untuk memboikot perusahaan-perusahaan yang dianggap terkait dengan atau mendukung Israel, termasuk merek-merek multinasional di sektor makanan dan minuman.

Sejak Oktober 2023, tentara Israel dilaporkan telah membunuh hampir 70.000 orang di Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 170.900 orang dalam serangan brutal yang menghancurkan sebagian besar wilayah itu menjadi puing-puing.