BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Rupiah menguat, sentimen fiskal dan kebijakan BI jadi penopang
Dengan kombinasi sentimen fiskal dan kebijakan BI, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS dalam waktu dekat.
Rupiah menguat, sentimen fiskal dan kebijakan BI jadi penopang
Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis pada Kamis pagi, naik 3 poin atau 0,02 persen ke level Rp17.941 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis pada Kamis pagi, naik 3 poin atau 0,02 persen ke level Rp17.941 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.944 per dolar AS. Penguatan terbatas ini mencerminkan kombinasi sentimen domestik yang membaik dan dinamika global yang relatif stabil.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, mengatakan meredanya kekhawatiran terhadap prospek fiskal Indonesia menjadi salah satu faktor utama penopang rupiah. 

“Kekhawatiran terhadap prospek fiskal Indonesia mereda seiring pelemahan harga minyak global,” ujarnya kepada Antara, seraya menambahkan bahwa penyesuaian harga BBM Pertamax turut mengurangi tekanan terhadap keseimbangan fiskal.

Menurutnya, kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa defisit fiskal dapat tetap terkendali, sekaligus memberikan dukungan bagi pasar obligasi domestik. 

Selain itu, transmisi kebijakan kenaikan suku bunga Bank Indonesia yang diumumkan sehari sebelumnya juga mulai terasa, meningkatkan daya tarik imbal hasil aset dalam negeri.

Dari sisi eksternal, inflasi Amerika Serikat pada Mei 2026 tercatat naik menjadi 4,2 persen secara tahunan, didorong lonjakan harga energi di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Meski demikian, tekanan inflasi dinilai tidak sekuat kekhawatiran sebelumnya, tercermin dari perlambatan inflasi bulanan dan inflasi inti yang relatif stabil.

“Investor sedikit mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed tahun ini, meskipun kenaikan 25 basis poin pada Desember masih diperhitungkan,” kata Josua, dikutip oleh Antara.

Dengan kombinasi faktor tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS dalam waktu dekat.

TerkaitTRT Indonesia - IHSG melonjak 5,5 persen, rupiah menguat di tengah bangkitnya pasar Asia
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Pertamina dan Boeing jajaki pengembangan bahan bakar pesawat berkelanjutan di Indonesia
Redam gejolak global, belanja subsidi energi Indonesia melonjak 44 persen di semester I-2026
BEI buka suara terkait ancaman penurunan status pasar modal Indonesia oleh S&P
Empat perusahaan investasi BUMN resmi dilebur di bawah Mandiri Manajemen Investasi
Indonesia himpun Rp32 triliun dari lelang Surat Berharga Negara, permintaan investor lampaui target
India perkuat kerja sama pertahanan dengan pasok rudal BrahMos ke Indonesia
Indonesia dan India tandatangani 16 kesepakatan, perkuat kemitraan strategis
Indonesia dan Kirgistan perkuat kemitraan ekonomi, sepakati kerja sama industri halal
Rupiah tertekan ke Rp17.995 per dolar AS di tengah sorotan Fitch terhadap ekonomi Indonesia
Tokopedia PHK ribuan usai diakuisisi TikTok, Serikat Buruh minta kejelasan tanggung jawab
IHSG menguat di awal pekan, didorong optimisme global meski tekanan domestik membayangi
Pembangunan kapal selam Scorpene dimulai, Indonesia-Prancis perkuat industri pertahanan
Menyusul Gamsunoro, kapal tanker Pertamina Pride kini bersiap keluar dari Selat Hormuz
Kemkomdigi evaluasi 14 layanan Apple untuk pastikan pelindungan anak digital
Garap komponen katoda baterai, produsen Australia tanam modal Rp5,7 triliun di tanah air
Bidik investasi Rp3.414 triliun, pemerintah ajak pengusaha Australia masuk ke sektor strategis
Koalisi sipil soroti risiko pencucian uang, FATF diminta tinjau obligasi Danantara
AS menghapus pembatasan ekspor pada model AI Anthropic Fable dan Mythos
Indonesia catat defisit perdagangan pertama dalam 6 tahun, impor melonjak tajam
Impor Indonesia melonjak 22,16 persen pada Mei 2026