DUNIA
2 menit membaca
India siapkan paket rekonstruksi US$450 juta untuk Sri Lanka pasca badai siklon
Menteri luar negeri India menyebut New Delhi menyiapkan paket rekonstruksi senilai US$450 juta, terdiri dari pinjaman lunak US$350 juta dan hibah US$100 juta.
India siapkan paket rekonstruksi US$450 juta untuk Sri Lanka pasca badai siklon
Seorang pria berjalan melewati puing-puing tanah longsor yang menimpa rumahnya setelah Topan Ditwah, Sri Lanka, 13 Desember 2025 [ARSIP]. / Reuters

India berkomitmen memberikan bantuan kemanusiaan senilai US$450 juta untuk membantu Sri Lanka pulih dari kerusakan besar akibat Siklon Ditwah. Komitmen itu disampaikan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar pada Selasa saat berkunjung ke negara tersebut.

Siklon yang melanda pulau di Asia Selatan itu bulan lalu menewaskan lebih dari 640 orang. Badai tersebut memicu banjir dan longsor yang menyebabkan kerusakan sekitar US$4 miliar, atau setara 4 persen dari produk domestik bruto Sri Lanka, menurut Bank Dunia.

Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake menyebut badai yang berdampak pada lebih dari dua juta warga itu sebagai bencana alam paling menantang dalam sejarah negaranya.

Jaishankar, yang melakukan kunjungan selama dua hari, mengatakan dalam jumpa pers di Kolombo bahwa ia telah menyerahkan surat dari Perdana Menteri India Narendra Modi kepada Dissanayake. Surat tersebut menegaskan komitmen India untuk memberikan “paket rekonstruksi senilai US$450 juta”.

Dari jumlah tersebut, US$350 juta akan disalurkan dalam bentuk pinjaman lunak, sementara sisanya sebesar US$100 juta diberikan sebagai hibah.

TerkaitTRT Indonesia - PBB siapkan dana darurat sebesar $35 juta untuk bantu Sri Lanka akibat dampak siklon

Prioritas mendesak

Jaishankar juga menyinggung pengiriman 1.100 ton bantuan darurat, termasuk obat-obatan dan peralatan penting lainnya, yang dikirim India segera setelah siklon melanda Sri Lanka.

“Mengingat besarnya kerusakan, pemulihan konektivitas jelas menjadi prioritas mendesak,” ujarnya, seraya menjelaskan dukungan militer India dalam penyediaan jembatan portabel.

Ia menambahkan, India juga akan menjajaki langkah lain untuk membantu menekan kerugian, termasuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan asal India ke Sri Lanka.

“Peningkatan investasi langsung asing dari India juga dapat membantu menggerakkan perekonomian Anda di masa krusial ini,” kata Jaishankar.

Siklon tersebut terjadi ketika Sri Lanka baru mulai keluar dari krisis ekonomi terburuk dalam sejarahnya pada 2022, saat negara itu kehabisan cadangan devisa untuk membiayai impor kebutuhan pokok seperti pangan, bahan bakar, dan obat-obatan.

Setelah menerima paket talangan senilai US$2,9 miliar dari Dana Moneter Internasional yang disetujui pada awal 2023, kondisi ekonomi Sri Lanka kini berangsur stabil.

SUMBER:AFP