Modal asing keluar Rp5,96 triliun, IHSG turun 1,37 persen pekan ini

Bank Indonesia mencatat aliran keluar modal asing sebesar Rp5,96 triliun dari pasar keuangan domestik pada pekan ini, seiring IHSG menurun 1,37 persen dibanding pekan sebelumnya.

By
Bursa Efek Indonesia di Jakarta. / Reuters

Bank Indonesia mencatat aliran keluar modal asing sebesar Rp 5,96 triliun dari pasar keuangan domestik pada pekan ini, berdasarkan data transaksi 19–22 Januari 2026.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan aliran tersebut terdiri dari jual neto nonresiden Rp2,67 triliun di pasar saham, Rp1,44 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN), serta Rp2,67 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). “Jual neto nonresiden di SRBI tercatat Rp2,67 triliun,” ujar Denny dikutip dari Tempo, Sabtu (24/1).

Meski terjadi aliran keluar pada pekan ini, sepanjang 2026 nonresiden tercatat beli neto Rp8,02 triliun di pasar saham dan Rp 1,89 triliun di pasar SBN. Di sisi lain, SRBI masih mencatat jual neto Rp2,67 triliun.

Bank Indonesia juga mencatat premi credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun per 22 Januari 2026 sebesar 73,28 basis poin, naik dari 70,86 bps pada 15 Januari 2026. Sementara itu, yield SBN 10 tahun tercatat 6,33 persen pada 23 Januari, meningkat dari 6,23 persen dua pekan sebelumnya.

Di Bursa Efek Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 8.951, melemah 1,37 persen dibandingkan pekan lalu di level 9.075,4. Kapitalisasi pasar juga turun 1,62 persen menjadi Rp16.244 triliun dari Rp16.512 triliun pekan sebelumnya.

Pergerakan pasar ini mencerminkan sentimen investor yang masih berhati-hati menghadapi kondisi ekonomi global dan domestik di awal tahun 2026.