BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Indonesia targetkan penerimaan Pajak 2.357 triliun rupiah di 2026, incar ekonomi bayangan
Indonesia berupaya meningkatkan penerimaan pajak dengan memperluas basis pajak, memperketat pengawasan terhadap ekonomi informal, dan memperkuat sistem kepatuhan digital. Menkeu Sri Mulyani menegaskan tidak ada pajak baru.
Indonesia targetkan penerimaan Pajak 2.357 triliun rupiah di 2026, incar ekonomi bayangan
Foto File: Pertemuan ekonomi Indonesia di tengah tarif AS di Jakarta. / Reuters

Indonesia tengah meningkatkan upaya untuk memperluas basis pajak dan meningkatkan pendapatan dari ekonomi bayangan dengan menetapkan target ambisius sebesar Rp 2.357,7 triliun ($145,6 miliar) dalam penerimaan pajak pada tahun 2026, yang menandai peningkatan sebesar 13,5 persen dari proyeksi pendapatan tahun 2025 sebesar Rp 2.076,9 triliun.

Ekonomi bayangan—yang mencakup aktivitas bisnis yang tidak dilaporkan seperti transaksi tunai, perusahaan yang tidak terdaftar, dan perdagangan gelap—dipandang sebagai sumber utama pendapatan yang belum dimanfaatkan. 

Pihak berwenang mengatakan sektor informal merugikan negara miliaran rupiah sekaligus membuat pekerja dan bisnis terabaikan dari perlindungan formal, menurut laporan Jakarta Globe.

TerkaitTRT Global - PDB Indonesia kuartal kedua lampaui ekspektasi dengan pertumbuhan tercepat dalam dua tahun

Berdasarkan RAPBN tahun 2026, pengawasan akan difokuskan pada industri-industri berisiko tinggi, termasuk perdagangan eceran, makanan dan minuman, perdagangan emas, dan perikanan. Petugas pajak juga akan mengintensifkan operasi "pengawasan" untuk mengidentifikasi bisnis-bisnis yang tidak terdaftar dan mendaftarkannya ke dalam sistem perpajakan.

Selain itu, Indonesia telah menunjuk entitas asing untuk memungut pajak pertambahan nilai (PPN) atas transaksi e-commerce lintas batas, yang memperkuat pengawasan terhadap ekonomi digital yang berkembang pesat. 

Pihak berwenang juga sedang mengumpulkan data fiskal tentang penjual daring dan usaha digital kecil untuk meningkatkan kepatuhan.

Kekhawatiran atas target yang ambisius

Centre for Strategic and International Studies (CSIS) telah memperingatkan bahwa target agresif pemerintah dapat mendorong otoritas pajak untuk melakukan penegakan hukum yang lebih ketat.

"Data tersebut menunjukkan bahwa pemerintah akan mengintensifkan upaya pemungutan pajak tahun depan. Dalam lima tahun terakhir, pajak telah meningkat dari 77 persen menjadi 86 persen dari pendapatan negara," kata Deni Friawan, peneliti senior di CSIS kepada Jakarta Globe.

Basis pajak Indonesia masih dangkal. Dari 145 juta penduduk usia kerja, hanya sekitar 17 juta yang secara konsisten melaporkan atau membayar pajak, menjadikan ekonomi informal sebagai tantangan sekaligus peluang.

TerkaitTRT Global - Tidak ada pajak baru tahun 2026, fokus reformasi untuk dorong penerimaan negara: Menkeu

Menkeu Sri Mulyani: Tidak ada pajak baru

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menepis spekulasi bahwa pemerintah akan menerapkan pajak baru untuk mencapai target tersebut. Sebaliknya, beliau menekankan reformasi yang sedang berlangsung, pemantauan kepatuhan yang lebih ketat, dan pemanfaatan perangkat digital sebagai tulang punggung pertumbuhan pendapatan.

"Integrasi data dan sistem pajak inti yang baru akan didorong lebih intensif. Kita masih memiliki ruang untuk meningkatkan pendapatan tanpa menciptakan pajak baru," ujar Sri Mulyani.

Strategi pemerintah meliputi peluncuran sistem administrasi Pajak Inti, perluasan pertukaran data antar lembaga, pengenaan pajak atas transaksi digital, dan peluncuran audit bersama dengan lembaga penegak hukum.

Meskipun ada kekhawatiran, Kementerian Keuangan tetap yakin bahwa reformasi dan peningkatan pengawasan akan memberikan dorongan yang diperlukan terhadap penerimaan pajak tanpa membebani wajib pajak.

SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
OJK: Transaksi aset kripto Indonesia naik 12,87 persen pada Agustus 2026
OJK catat stabilitas keuangan Indonesia terjaga meski tekanan global meningkat
Indonesia dorong ekspansi dagang ke Amerika Latin lewat INA-LAC 2026 di Chili
Pemulihan tambang Grasberg berlanjut, Freeport targetkan 80 persen kapasitas pada 2027
Indonesia dan AS perkuat kerja sama pengembangan logam tanah jarang
MRT Jakarta jajaki investasi kawasan Glodok bersama mitra Singapura
Inflasi September 3,28 persen, BI optimistis harga tetap terkendali hingga 2027
Indonesia dan China percepat persiapan IDC-CEPA, perkuat ekonomi hijau dan kerja sama AI
Pemerintah pertahankan harga Pertalite meski harga minyak dunia capai $107
Surplus neraca dagang Agustus diprediksi meningkat, inflasi September naik tipis
Ekspor batu bara Indonesia tembus US$18,1 miliar, aturan diperketat
IHSG melemah dan rupiah tembus Rp18.000 di tengah tekanan pasar global
BI perkuat intervensi dan likuiditas saat Rupiah tertekan Dolar AS dan arus modal keluar
Rupiah tertekan dolar AS dan imbal hasil obligasi, jatuh hampir 1 persen sepekan
Danantara dan Thales jajaki kerja sama AI hingga keamanan siber
Indonesia dan Rusia kembangkan potensi teknologi satelit dan AI untuk akses digital
Pasar halal Indonesia capai US$326 miliar pada paruh pertama 2026
Wamenhan RI dan Prancis tinjau program pembangunan dua kapal selam Scorpene Evolved di Surabaya
Arus modal asing capai Rp140,7 triliun, pemerintah siapkan strategi fiskal
BI pertahankan suku bunga 5,75 persen, perkuat insentif lindung nilai