BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
IHSG tertekan imbas ketegangan AS-Iran dan harga minyak melonjak
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pagi ini turun mengikuti pelemahan bursa Asia di tengah ketidakpastian konflik AS-Iran dan tekanan pasar global.
IHSG tertekan imbas ketegangan AS-Iran dan harga minyak melonjak
FOTO ARSIP: Bursa Efek Indonesia (IDX) di Jakarta. / Reuters
16 jam yang lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (30/3) pagi dibuka melemah 76,53 poin atau 1,08 persen ke level 7.020,53. Kelompok 45 saham unggulan (LQ45) juga turun 11 poin atau 1,53 persen ke posisi 707,96.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menilai investor masih memilih menahan diri dan menunggu perkembangan konflik AS-Iran, data tenaga kerja AS, inflasi Indonesia, serta keputusan mitigasi krisis BBM yang dijadwalkan pemerintah pekan ini.

“Pasar menghadapi kenyataan bahwa hampir tidak ada aset yang benar-benar aman. Safe haven seperti US Treasury, Yen Jepang, dan emas gagal memberikan perlindungan, sehingga investor mengurangi eksposur risiko secara agresif,” kata Liza.

TerkaitTRT Indonesia - IHSG bergejolak, pasar dibayangi ketidakpastian negosiasi perang AS terhadap Iran

Gangguan energi dorong harga minyak tetap tinggi

Sentimen global masih dipengaruhi ketidakpastian tinggi. Presiden AS Donald Trump menunda serangan, namun risiko eskalasi tetap tinggi, termasuk kemungkinan penambahan 10.000 pasukan AS.

Pakistan menawarkan proposal perdamaian 15 poin, sementara Iran memberi sinyal terbatas, misalnya izin 20 kapal melintas Selat Hormuz, namun menolak proposal AS.

Gangguan pasokan energi terus mendorong harga minyak tinggi. Brent dan WTI bertahan di atas 100 dolar AS per barel. Optimalisasi pipa dan ekspor melalui Yanbu Saudi hanya menutup sebagian kecil gangguan. UBS memperingatkan dalam skenario ekstrem harga minyak bisa naik hingga 150 dolar AS per barel, berpotensi memicu inflasi global di atas 4 persen dan resesi di AS maupun Eropa.

Dari sisi domestik, pemerintah akhirnya memperoleh izin dari Iran untuk dua kapal tanker Pertamina (Pertamina Pride dan Gamsunoro) melintasi Selat Hormuz, meski baru setara 1–1,5 hari kebutuhan BBM nasional. Hal ini menegaskan rapuhnya ketahanan energi Indonesia jika terjadi gangguan berkepanjangan di jalur strategis tersebut.

Pelemahan IHSG pagi ini sejalan dengan tren bursa global. Bursa Eropa Jumat lalu ditutup melemah, termasuk Euro Stoxx 50 turun 1,56 persen dan DAX Jerman turun 1,38 persen. Wall Street juga terkoreksi; Dow Jones turun 1,73 persen, S&P 500 melemah 1,67 persen, dan Nasdaq turun 1,93 persen. Di Asia, Nikkei turun 4,53 persen, Shanghai turun 0,80 persen, Hang Seng turun 1,71 persen, dan Strait Times turun 0,29 persen.

TerkaitTRT Indonesia - Harga minyak melonjak lampaui $105 per barel saat perang terhadap Iran terus berlanjut
SUMBER:TRT Indonesia