IKLIM
2 menit membaca
Enam kali letusan, kolom abu Semeru capai 900 meter
Aktivitas vulkanik di Lumajang, Jawa Timur, meningkat pada Rabu pagi dengan enam kali letusan. Kolom abu terpantau setinggi 700–900 meter di atas puncak.
Enam kali letusan, kolom abu Semeru capai 900 meter
Gunung Semeru meletus dan memuntahkan material vulkanik selama letusan. / AFP
7 Januari 2026

Puncak Semeru, yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut, tercatat mengalami enam erupsi sejak dini hari hingga menjelang siang. Letusan pertama muncul pukul 00.26 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 700 meter. Letusan berikutnya terjadi pada pukul 00.36 WIB, 05.32 WIB, 05.53 WIB, 06.46 WIB, dan 09.37 WIB.

Petugas Pos Pengamatan Semeru, Sigit Rian Alfian, menjelaskan bahwa erupsi pukul 06.46 WIB menghasilkan kolom abu setinggi 900 meter. “Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut. Aktivitas ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 16 mm dan durasi 120 detik,” ujarnya dikutip dari Antara.

Erupsi terakhir pukul 09.37 WIB tidak terlihat secara visual, namun tercatat seismograf menunjukkan amplitudo 22 mm dengan durasi 105 detik.

Status dan imbauan PVMBG

Saat ini Semeru berada pada status Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan.

Sigit menegaskan, masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak. Di luar jarak tersebut, aktivitas juga dibatasi hingga 500 meter dari tepi sungai karena awan panas dan aliran lahar dapat menjangkau hingga 17 km dari puncak.

“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak karena rawan lontaran batu pijar,” tambahnya.

Warga diimbau mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah berhulu di puncak, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak sungai dari Besuk Kobokan.

Terkait
SUMBER:TRT Indonesia