Kamboja mundur dari delapan cabang olahraga di SEA Games Thailand karena alasan ‘keamanan’
Sekretaris Jenderal NOCC mengatakan keputusan ini “demi keselamatan”, tanpa menjelaskan apakah terkait sengketa perbatasan.
Kamboja menarik diri dari delapan cabang olahraga di SEA Games yang akan digelar di Thailand karena alasan keamanan, menurut seorang pejabat Komite Olimpiade negara itu, di tengah memanasnya sengketa perbatasan antara kedua negara.
Dalam surat bertanggal Rabu, Komite Olimpiade Nasional Kamboja (NOCC) memberi tahu Federasi SEA Games bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam cabang olahraga seperti sepak bola, petanque, gulat, judo, dan karate pada ajang regional bulan depan.
“Penyesuaian ini dilakukan karena adanya kekhawatiran besar terkait keamanan, yang menyulitkan kami menjamin keselamatan dan perlindungan bagi para atlet serta ofisial kami,” demikian isi surat tersebut.
Sekretaris Jenderal NOCC, Vath Chamroeun, mengatakan keputusan itu “demi keselamatan”, namun menolak menyebut apakah hal tersebut berkaitan dengan perselisihan perbatasan.
“Pengurangan jumlah atlet membuat pengawasan menjadi lebih mudah,” tambahnya.
Ketegangan diplomatik
Dalam unggahan di Facebook, NOCC menyatakan Kamboja kini akan mengirim 150 atlet untuk bertanding di 13 cabang olahraga—turun dari 333 atlet yang sebelumnya diumumkan.
Bentrokan militer sporadis antara Kamboja dan Thailand, tuan rumah SEA Games yang dimulai 9 Desember, meletus awal tahun ini.
Lebih dari 40 orang tewas selama lima hari pertempuran pada Juli.
Meski gencatan senjata yang dimediasi Presiden AS Donald Trump menghentikan sebagian besar permusuhan, ketegangan diplomatik masih berlangsung.
Sengketa antara Thailand dan Kamboja berpusat pada perselisihan perbatasan berusia seabad yang dipetakan pada masa kolonial Prancis, dengan kedua pihak mengklaim sejumlah kompleks candi di garis batas.