Pemerintah putuskan skema WFH 1 hari dalam sepekan, Mendagri: tinggal diumumkan
Kebijakan WFH sebagai upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak telah memasuki tahap final. Menteri Dalam Negeri memastikan pengumuman resmi akan segera disampaikan ke publik.
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, mengungkapkan bahwa skema WFH yang sebelumnya masih dalam tahap wacana kini telah diputuskan oleh pemerintah.
"Sudah diputuskan, tinggal diumumkan saja ke publik. Nanti tunggu saja pengumuman resminya," ujar Tito di kompleks parlemen, Rabu (25/3).
Tito menilai penerapan WFH bukanlah hal yang asing bagi aparatur sipil negara (ASN). Pengalaman selama pandemi Covid-19 menjadi modal penting agar implementasi kebijakan kali ini berjalan lancar.
"Ini pada waktu jaman Covid itu kan WFH bahkan sempat hanya WFO-nya hanya 25 persen. Kemendagri itu 25 persen, WFO jalan juga. Jadi, bukan sesuatu yang baru, tapi kita punya pengalaman," jelasnya.
Menurut Tito, pemerintah daerah juga dinilai siap menyambut kebijakan ini. Namun, ia mengakui bahwa daerah dengan kepala daerah yang baru dilantik mungkin memerlukan pendampingan lebih intensif.
"Hal-hal yang esensial seperti angkutan, kemudian yang melayani emergensi, rumah sakit, kebersihan harus tetap jalan," tegasnya.
Rencana penerapan WFH ini muncul sebagai respons terhadap situasi geopolitik global, khususnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Pemerintah menilai langkah strategis diperlukan untuk menekan konsumsi BBM nasional guna menjaga stabilitas pasokan dan harga energi di dalam negeri.
Salah satu skema yang sempat mengemuka dalam pembahasan adalah penerapan WFH satu hari dalam sepekan, meskipun pemerintah belum mengonfirmasi apakah skema tersebut yang akan diambil.
Masyarakat dan instansi pemerintah kini menanti pengumuman resmi yang dijadwalkan akan disampaikan dalam waktu dekat.