ASIA
3 menit membaca
Kemnaker petakan kebutuhan industri Jepang untuk tingkatkan daya saing pekerja Indonesia
Pemetaan ini dilakukan melalui serangkaian pertemuan dengan Kedutaan Besar RI di Tokyo, lembaga pelatihan dan penempatan tenaga kerja, perusahaan Jepang pengguna tenaga kerja Indonesia, serta Sekretariat Asian Productivity Organization (APO).
Kemnaker petakan kebutuhan industri Jepang untuk tingkatkan daya saing pekerja Indonesia
Pertemuan Kemnaker, KBRI Tokyo dan lembaga pelatihan. /Foto: Kemnaker

Indonesia mulai menajamkan strategi penempatan tenaga kerja ke Jepang dengan memetakan secara rinci kebutuhan industri di negara tersebut, langkah yang diproyeksikan akan mengarahkan ulang desain pelatihan vokasi di dalam negeri agar lebih selaras dengan permintaan pasar global.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan bahwa Jepang masih menjadi salah satu tujuan utama bagi tenaga kerja Indonesia, khususnya di sektor otomotif, transportasi, konstruksi, pertanian, hingga layanan perawatan (caregiving) yang membutuhkan keterampilan spesifik. Namun, menurutnya, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan optimal jika kualitas sumber daya manusia disiapkan secara tepat.

“Peluang kerja di Jepang harus kita siapkan dengan tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Penyiapan SDM tidak hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan bahasa, pemahaman budaya kerja, dan kesiapan beradaptasi,” ujar Afriansyah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (14/7).

Pemetaan ini dilakukan melalui serangkaian pertemuan dengan Kedutaan Besar RI di Tokyo, lembaga pelatihan dan penempatan tenaga kerja, perusahaan Jepang pengguna tenaga kerja Indonesia, serta Sekretariat Asian Productivity Organization (APO).

TerkaitTRT Indonesia - Kirim ratusan tenaga ahli, Indonesia dan Jepang perkuat kerja sama SDM perkeretaapian

Dari hasil diskusi tersebut, pemerintah mencatat bahwa perusahaan Jepang menginginkan model pelatihan yang lebih mendekati kondisi kerja nyata di lapangan.

Di sektor otomotif, misalnya, kebutuhan tidak hanya terbatas pada kemampuan dasar, tetapi juga mencakup praktik perawatan kendaraan, inspeksi, penerapan standar keselamatan kerja, serta kemampuan menjaga kualitas dan kerapian lingkungan kerja. Disiplin dan kepatuhan terhadap prosedur operasional menjadi aspek yang dinilai krusial oleh perusahaan Jepang.

Selain keterampilan teknis, penguasaan bahasa Jepang muncul sebagai prasyarat utama. Kemnaker menilai pembekalan harus mencakup tidak hanya percakapan sehari-hari, tetapi juga terminologi teknis di tempat kerja, termasuk istilah keselamatan dan komunikasi operasional.

Afriansyah menambahkan bahwa masukan langsung dari pelaku industri di Jepang akan digunakan untuk menyempurnakan kurikulum pelatihan vokasi di Indonesia. 

“Masukan langsung dari perusahaan di Jepang menjadi penting untuk memperbaiki kurikulum, meningkatkan kualitas instruktur, dan memperkuat pembelajaran berbasis praktik,” katanya.

Di sisi lain, isu perlindungan pekerja migran juga menjadi perhatian dalam pembahasan bilateral tersebut. Pemerintah menyoroti pentingnya sistem pendampingan, layanan pengaduan, hingga pembekalan adaptasi budaya kerja Jepang—yang menekankan disiplin, ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, serta komunikasi profesional di tempat kerja.

TerkaitTRT Indonesia - Pemerintah RI–Jepang buka peluang baru kerja sama pendidikan tinggi dan sains

Pertemuan dengan APO turut membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang produktivitas, termasuk pengembangan kapasitas SDM, penguatan sistem sertifikasi, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.

Ke depan, hasil pemetaan ini akan dijadikan pijakan utama bagi Kemnaker untuk menyesuaikan program pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, serta strategi penyiapan tenaga kerja agar lebih responsif terhadap dinamika kebutuhan industri global, khususnya di pasar kerja Jepang yang terus berkembang.

SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Jumlah korban tewas kebakaran bar di Bangkok mencapai 32 orang
Siswa diduga penyebab ledakan di MAN 3 Padang, polisi selidiki motif perundungan
Indonesia siap jadi tuan rumah dialog Damai Myanmar, tekankan perdamaian inklusif ASEAN
Dua petinju putri Indonesia lolos ke final kejuaraan tinju Asia U19 dan U23 2026
Polisi tangkap pelaku ancaman bom di SD Jaksel, terancam 20 tahun penjara
Perluas pasar pariwisata dan kargo, Indonesia dorong penguatan konektivitas udara ASEAN-China
Saring warga asing, Imigrasi pangkas penerbitan Bebas Visa Kunjungan hingga 87 persen
Menlu RI dorong dialog inklusif dalam pertemuan informal ASEAN bahas krisis Myanmar di Bangkok
Korea Utara berjanji akan perluas arsenal nuklir dan meningkatkan intelijen militer
Prabowo bertemu tiga mantan PM Thailand, bahas investasi hingga penguatan kerja sama
Bangladesh memindahkan pengungsi Rohingya setelah longsor menewaskan setidaknya 13 orang
Pemerintah pertahankan skema fleksibel dana SAL, tolak usulan perpanjangan tenor Himbara
OJK sita Rp113,97 miliar aset kasus asuransi jiwa dan perlindungan konsumen
Karhutla di Ketapang kembali berkobar, tim gabungan perpanjang operasi pemadaman
Polisi sita aset Rp476 miliar di perumahan mewah Sentul, terkait pusaran korupsi BUMN
Vietnam batasi masa bebas visa WNI menjadi 14 hari mulai 15 Juli
Uji coba rudal nuklir China adalah pembangunan militer regional terbesar sejak PD II: Australia
Indonesia deportasi 92 warga negara China terkait sindikat judi online dan penipuan investasi
Indonesia-Singapura sepakat jaga Selat Malaka tetap aman dan terbuka di tengah ketegangan global
Prabowo terima kunjungan Modi, Indonesia-India perkuat kemitraan pertahanan hingga pangan