Presiden Prabowo resmikan pabrik kendaraan listrik, dorong industrialisasi nasional
Pemerintah menargetkan pembangunan kapasitas listrik nasional hingga 100 gigawatt serta penghentian bertahap pembangkit listrik tenaga diesel. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan sumber energi alternatif berbasis domestik.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan optimisme terhadap perkembangan industri kendaraan listrik nasional, seraya menargetkan produksi massal mobil sedan listrik dalam negeri pada 2028.
Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis. Dalam kesempatan itu, Prabowo menilai kemampuan Indonesia memproduksi bus dan truk listrik sebagai capaian penting dalam memperkuat industri berbasis energi bersih.
“Hari ini saya sangat gembira, saya sangat bangga kita sekarang di Indonesia punya kemampuan untuk produksi bus dan truk dari listrik. Ini sangat-sangat penting dan memang rencana kita, saya berharap di tahun 2028 kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik,” ujar Presiden.
Ia juga menyoroti kapasitas produksi perusahaan yang telah mencapai sekitar 10 ribu unit, dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) saat ini berada di kisaran 40 persen.
Prabowo juga menekankan pentingnya kemandirian di sektor strategis seperti energi, di tengah ketidakpastian global. Pemerintah, menurutnya, akan mendorong percepatan elektrifikasi serta pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil.
“Salah satu langkah adalah akan menggunakan listrik, listrikifikasi. Memakai listrik untuk tidak lagi memakai terlalu banyak BBM dari fosil, dari karbon,” ujarnya.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, pemerintah menargetkan pembangunan kapasitas listrik nasional hingga 100 gigawatt serta penghentian bertahap pembangkit listrik tenaga diesel. Langkah ini diperkirakan dapat menghemat hingga 200 ribu barel bahan bakar per hari, atau sekitar 20 persen dari kebutuhan impor saat ini.
Pemerintah juga mendorong pemanfaatan sumber energi alternatif berbasis domestik, termasuk bahan bakar ramah lingkungan dari kelapa sawit dan limbah minyak goreng.