Setidaknya 32 tewas dan 64 orang terluka akibat crane jatuh ke atas kereta api di Thailand
Kecelakaan di tempat industri dan konstruksi telah lama menjadi hal umum di Thailand, di mana penegakan peraturan keselamatan yang longgar sering kali menyebabkan insiden mematikan.
Setidaknya 32 orang tewas dan 64 luka-luka pada Rabu setelah sebuah crane konstruksi roboh menimpa kereta penumpang di wilayah timur laut Thailand, menurut laporan Bangkok Post.
Kecelakaan tersebut terjadi di distrik Sikhiu, provinsi Nakhon Ratchasima, di mana Kereta Api Ekspres Khusus No. 21 yang sedang dalam perjalanan dari Bangkok menuju provinsi Ubon Ratchathani, tertimpa crane konstruksi besar yang jatuh menimpa salah satu gerbongnya.
Kereta tersebut mengangkut 195 penumpang dan awak.
Kran tersebut digunakan untuk membangun jembatan kereta api berkecepatan tinggi, dan dampak dari ambruknya jembatan menyebabkan gerbong kereta tergelincir dan kebakaran meletus di reruntuhan.
Tim penyelamat bergegas ke lokasi dan meluncurkan operasi penyelamatan, sementara puluhan orang terluka dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
Menteri Transportasi Phiphat Ratchakitprakarn mengatakan ia telah memerintahkan penyelidikan terhadap penyebab ambruknya jembatan.
Perdana Menteri Anutin Charnvirakul mendesak tindakan hukum yang ketat setelah insiden tersebut, menurut Kantor Berita Nasional Thailand.
China menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan maut tersebut.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyatakan bahwa Beijing memberikan perhatian besar terhadap keselamatan proyek dan para personel dalam pembangunan yang akan menghubungkan China dengan Thailand. Ia menambahkan bahwa pihak berwenang saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui rincian kecelakaan tersebut.
Dia menambahkan bahwa sebuah perusahaan Thailand sedang mengerjakan konstruksi bagian proyek yang terkena dampak, dan penyebabnya masih dalam penyelidikan.