BISNIS DAN TEKNOLOGI
3 menit membaca
Sektor pertanian Indonesia bidik peluang ekonomi karbon global
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mempercepat implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) guna mengubah wajah sektor pertanian menjadi lebih berkelanjutan sekaligus menarik investasi hijau.
Sektor pertanian Indonesia bidik peluang ekonomi karbon global
Wamentan Sudaryono ungkap peran besar sektor pertanian dalam ekonomi karbon. Foto: Kementan RI

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa sektor pertanian Indonesia memiliki peran ganda yang strategis dalam mitigasi perubahan iklim global. Selain sebagai penyedia pangan, sektor ini diproyeksikan menjadi penyerap karbon utama yang mampu membuka peluang ekonomi baru bagi jutaan petani.

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (14/4), pria yang akrab disapa Mas Dar tersebut menjelaskan bahwa transisi menuju pertanian rendah emisi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga daya saing bangsa.

Pertanian sebagai penyerap karbon

Berbeda dengan sektor industri berat, pertanian memiliki karakteristik unik dalam ekosistem karbon. Dengan pengelolaan lahan yang tepat, area persawahan dan perkebunan dapat berfungsi sebagai carbon sink atau penyerap emisi gas rumah kaca (GRK).

"Pertanian memiliki posisi unik. Melalui teknologi rendah emisi, sektor ini menjadi kunci pengendalian perubahan iklim sekaligus pintu masuk strategis bagi arus investasi hijau melalui perdagangan karbon internasional," ujar Sudaryono.

Melalui mekanisme Nilai Ekonomi Karbon (NEK), investor global dapat membeli kredit karbon dari Indonesia. Hal ini diharapkan menjadi sumber pembiayaan baru bagi proyek-proyek pertanian berkelanjutan di tanah air.

Capaian dan target ambisius

Pemerintah telah menetapkan target penurunan emisi sektor pertanian sebesar 10 juta ton CO₂ ekuivalen pada tahun 2030. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen nasional dalam Nationally Determined Contribution (NDC) untuk mencapai Net Zero Emission.

Data Kementerian Pertanian menunjukkan tren positif dalam lima tahun terakhir:

  • Periode 2019–2024: Berhasil menurunkan emisi rata-rata sebesar 71,13 juta ton CO₂ ekuivalen.

  • Strategi Utama: Pengembangan biogas, penggunaan pupuk organik, varietas padi rendah emisi, hingga pengelolaan lahan gambut yang lebih ketat.

"Keberhasilan ini membuktikan bahwa praktik ramah lingkungan bisa berjalan beriringan dengan produktivitas," tambah Sudaryono yang juga menjabat sebagai Ketua Umum HKTI.

Menjawab tantangan regulasi dan teknis

Meski memiliki potensi besar, implementasi perdagangan karbon di tingkat petani masih menghadapi kerumitan teknis. Tantangan mulai dari fragmentasi lahan petani yang kecil-kecil hingga kepastian hak atas kepemilikan karbon menjadi fokus yang tengah dibenahi pemerintah.

Untuk memperkuat payung hukum, pemerintah telah menerbitkan Perpres Nomor 110 Tahun 2025. Saat ini, Kementerian Pertanian juga tengah merampungkan peraturan turunan berupa Peraturan Menteri Pertanian guna mengatur teknis perdagangan karbon di subsektor persawahan, peternakan, dan perkebunan.

Kementan berkomitmen memperkuat sistem Measurement, Reporting, and Verification (MRV) berbasis data real-time. Langkah ini diambil agar klaim penurunan emisi Indonesia diakui secara internasional, sehingga petani mendapatkan insentif ekonomi yang adil melalui skema carbon pricing.

Dengan langkah diplomasi karbon ini, Indonesia optimistis tidak hanya mampu menjaga ketahanan pangan nasional, tetapi juga memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam pasar karbon global.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia bergabung dalam koalisi global penguatan pasar karbon
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Pemerintah Indonesia siapkan integrasi AI dalam program prioritas, termasuk MBG: laporan
SK Hynix Korea Selatan melampaui Samsung dalam nilai pasar di tengah pertumbuhan chip AI
Dukung ketahanan pangan Indo-Pasifik, ekspor 47.250 ton pupuk Indonesia resmi mendarat di Australia
Australia tingkatkan pasokan LPG ke Indonesia di tengah gangguan rantai pasok global
MotoGP Mandalika berikan dampak ekonomi Rp4,96 triliun dalam lima tahun
Pasokan batu bara membaik, PLN pastikan sistem kelistrikan Jawa berangsur pulih pascapadam bergilir
Menkeu Purbaya: Pertumbuhan ekonomi Indonesia lampaui rata-rata G20 dan ASEAN
Bukan lagi sekadar dongeng, bukan pula mitos: Masa depan pembagian akses AI yang terbatas
Tekanan MSCI bayangi pasar Indonesia, status ‘emerging market’ diprediksi bertahan
Utang luar negeri Indonesia naik, sinyal kepercayaan investor pada SBN melemah
Rupiah kembali melemah Kamis pagi, dibayangi tekanan The Fed dan sentimen BI
Indonesia siapkan $84,6 juta untuk kompor listrik dan konversi motor listrik
Kecelakaan tambang di China dan kebijakan ekspor Indonesia perketat pasokan batu bara global
Purbaya ke China untuk promosikan Panda Bond kepada investor
Kunjungan wisatawan asing ke Indonesia naik 8,24 persen pada awal 2026
Jakarta tawarkan investasi Singapura untuk pengembangan MRT fase 3 dan 4
AS mengungkap Grok AI milik Musk digunakan dalam serangan militer terhadap Iran
Danantara terbitkan obligasi global, minat investor capai $4,6 miliar
OpenAI dipanggil pengadilan oleh 42 negara bagian AS terkait praktik bisnis dan keamanan pengguna
Rupiah menguat di awal pekan, sentimen perdamaian AS-Iran dorong optimisme pasar