DUNIA
3 menit membaca
Indonesia bergabung dalam koalisi global penguatan pasar karbon
Pemerintah Indonesia resmi bergabung dengan The Coalition to Grow Carbon Markets untuk mendorong pembiayaan iklim global dan pengembangan solusi berbasis alam, khususnya di sektor kehutanan.
Indonesia bergabung dalam koalisi global penguatan pasar karbon
Menhut RI Raja Juli Antoni dan Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo di London, 20/1/2026. Foto: Kementerian Kehutanan

Indonesia melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bergabung dengan The Coalition to Grow Carbon Markets sebagai upaya memperkuat pembiayaan iklim global sekaligus memperluas peran sektor kehutanan dalam penurunan emisi dan pembangunan berkelanjutan.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam koalisi tersebut menjadi langkah strategis untuk mewakili kepentingan sektor kehutanan nasional dan solusi berbasis alam di tingkat global.

“Merupakan suatu kehormatan bagi saya mengumumkan bahwa hari ini Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bergabung dengan The Coalition to Grow Carbon Markets, mewakili sektor kehutanan Indonesia,” ujar Raja Juli Antoni dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Dorong pembiayaan dan aksi iklim

Menurut Raja Juli, koalisi ini berkomitmen meningkatkan pemanfaatan kredit karbon berintegritas tinggi guna membuka akses pendanaan bagi pembangunan, mendorong kegiatan ekonomi, serta mempercepat pencapaian target iklim global.

Sebagai anggota terbaru, Indonesia membawa pengalaman dan keahlian dalam pengembangan proyek karbon berbasis hutan serta solusi berbasis alam. Pasar kredit karbon berintegritas tinggi dinilai memiliki potensi besar untuk menurunkan emisi, melestarikan keanekaragaman hayati, dan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau di Tanah Air.

“Sebagai negara dengan hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia, ekosistem mangrove yang luas, serta lahan gambut tropis yang besar, Indonesia memiliki modal alam yang signifikan dan pengalaman nyata dalam solusi berbasis alam,” kata Raja Juli.

Bersama negara anggota lainnya

The Coalition to Grow Carbon Markets bertujuan mempercepat penurunan emisi global dengan memperkuat insentif bagi dunia usaha untuk berinvestasi dalam kredit karbon berintegritas tinggi, termasuk yang mendukung solusi berbasis alam.

Indonesia bergabung bersama sejumlah negara anggota lain, antara lain Kanada, Prancis, Panama, Peru, Swiss, Selandia Baru, dan Zambia, serta para ketua bersama koalisi yaitu Kenya, Singapura, dan Inggris.

Saat ini, koalisi tersebut fokus pada penyusunan rencana aksi untuk mendorong kebijakan nasional dan regional yang selaras, sekaligus menjaga minat pembeli melalui keterlibatan dengan jaringan investor dan pelaku usaha.

Perwakilan Khusus Inggris untuk Iklim, Rachel Kyte, menyatakan peran Indonesia penting dalam mendorong investasi swasta ke proyek-proyek karbon berintegritas tinggi yang melindungi hutan dan menurunkan emisi.

“Upaya Indonesia dalam solusi berbasis alam akan memastikan koalisi ini membantu mendorong investasi sektor swasta ke dalam proyek-proyek yang melestarikan hutan, mengurangi emisi, dan memajukan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Dukung sektor keuangan

Sebagai mitra lama Inggris dan Indonesia, Standard Chartered turut mendukung pengembangan pembiayaan berkelanjutan, termasuk pasar kredit karbon berintegritas tinggi di Indonesia.

CEO Standard Chartered Indonesia Donny Donosepoetro menilai keikutsertaan Indonesia dalam koalisi akan meningkatkan kualitas dan transparansi pasar karbon.

“Keikutsertaan Indonesia dalam koalisi ini akan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan standar kualitas, transparansi, serta permintaan terhadap pasar kredit karbon berintegritas tinggi, khususnya yang mendukung solusi berbasis alam,” kata Donny.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia dan Kongo bentuk aliansi lahan gambut, Jakarta dorong perdagangan karbon di COP30
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Wasekjen NATO: Perkembangan industri pertahanan Türkiye menunjukkan komitmen terhadap NATO
Pakistan meningkatkan mediasi AS-Iran saat Trump peringatkan situasi bisa menjadi 'menyeramkan'
Setelah pemulihan diplomatik, Bangladesh mengalihkan pelatihan PNS dari India ke Pakistan
Otoritas Hormuz Iran mengklaim kendali atas perairan di selatan pelabuhan UEA
Freeport proyeksikan tambang Grasberg beroperasi penuh pada akhir 2027
Korea Selatan naikkan peringatan perjalanan ke Uganda akibat wabah Ebola
Tiga kapal perang Pakistan bersandar di Jakarta, RI-Pakistan perkuat diplomasi maritim
Pasukan Indonesia ambil bagian dalam latihan militer multinasional PRAGATI di India
Mengapa Kuba tidak merayakan Hari Kemerdekaan pada 20 Mei?
Aston Villa akhiri puasa gelar 30 tahun usai juarai Liga Europa
Rusia-China teken 20 kesepakatan di bidang ekonomi, energi, transportasi, dan kerja sama global
Amnesty: Narasi ‘antek asing’ ancam kebebasan berekspresi di Indonesia
United 2026: Mengapa ini akan menjadi Piala Dunia FIFA terbesar dan paling global
Amin Abdullah: Penjaga Masjid San Diego yang tewas dipuji sebagai pahlawan karena lindungi jemaah
Putin tiba di Beijing beberapa hari usai kunjungan Trump ke China
WHO memberi peringatan terhadap 'skala dan kecepatan' wabah Ebola mematikan di DRC
AS akan mengakhiri perang dengan Iran 'dalam waktu dekat', kata Trump
Putin dan Xi bertemu di Beijing setelah kunjungan Trump ke China yang mendapat sorotan luas
Iran paparkan detail proposal 14 poin kepada AS yang bertujuan untuk mengakhiri perang
Indonesia–Türkiye perkuat kerja sama pendidikan tinggi dan teknologi strategis