IKLIM
2 menit membaca
Antisipasi El Nino ‘Godzilla’, pemerintah RI tegaskan stok pangan aman hingga 2027
Selain memastikan stok, pemerintah juga mempercepat berbagai program penguatan infrastruktur pertanian, seperti pembangunan embung, irigasi pompa, sumur dalam, serta program pompanisasi dan optimalisasi lahan rawa.
Antisipasi El Nino ‘Godzilla’, pemerintah RI tegaskan stok pangan aman hingga 2027
Petani menanam bibit padi di sawah di Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur pada 3 Juni 2026. (Foto: AFP)

Pemerintah Indonesia menegaskan kesiapan menghadapi potensi dampak fenomena iklim ekstrem El Nino “Godzilla” dengan memastikan kecukupan stok pangan dan penguatan infrastruktur pertanian nasional.

Hal itu disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai dipanggil Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Pertemuan tersebut secara khusus membahas kondisi ketahanan pangan serta langkah antisipatif menghadapi risiko iklim.

Amran mengungkapkan cadangan beras nasional hingga Juni 2026 tercatat sekitar 5,2 juta ton. Dengan tambahan stok yang tersebar di sektor rumah tangga dan industri makanan, total ketersediaan dinilai cukup untuk menjaga kebutuhan dalam jangka menengah.

“Kalau kita gabungkan seluruh cadangan, itu bisa mencukupi sekitar 10 sampai 11 bulan ke depan,” ujarnya.

Selain memastikan stok, pemerintah juga mempercepat berbagai program penguatan infrastruktur pertanian, seperti pembangunan embung, irigasi pompa, sumur dalam, serta program pompanisasi dan optimalisasi lahan rawa. Pemerintah juga melanjutkan pencetakan sawah baru sebagai bagian dari strategi mitigasi.

“Ini semua langkah untuk memitigasi risiko. Insyaallah untuk pangan aman,” kata Amran.

Di sektor peternakan, pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga telur melalui koordinasi dengan peternak dan Badan Gizi Nasional. Salah satu langkahnya adalah mendorong peningkatan konsumsi telur dan daging ayam guna menyeimbangkan pasar.

Lebih jauh, pemerintah juga melanjutkan program hilirisasi hortikultura, termasuk komoditas kopi, kelapa, dan tebu. Dukungan terhadap petani diperkuat melalui bantuan langsung yang mencakup alat pertanian hingga pengembangan lahan di berbagai daerah, termasuk Papua.

Total area yang menjadi sasaran program mencapai sekitar 870 ribu hektare. Untuk tahun ini, pemerintah mengalokasikan bantuan Rp3,2 triliun setelah sebelumnya Rp2 triliun pada 2025.

“Kami diminta Presiden untuk melanjutkan bantuan ini karena langsung menyentuh masyarakat,” ujar Amran.

Dengan kombinasi cadangan pangan yang memadai, pembangunan infrastruktur, serta dukungan fiskal kepada petani, pemerintah optimistis mampu menjaga stabilitas pangan nasional di tengah ancaman iklim ekstrem sekaligus melindungi kesejahteraan masyarakat.

TerkaitTRT Indonesia - El Nino menguat, Asia Tenggara bersiap hadapi tekanan ekonomi dan pangan
SUMBER:TRT Indonesia