DUNIA
2 menit membaca
Menlu: Negosiasi kapal Pertamina di Selat Hormuz terkendala situasi internal Iran
Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus mengedepankan pendekatan diplomatik untuk memastikan keselamatan pelayaran serta melindungi kepentingan nasional di tengah situasi yang berkembang di kawasan.
Menlu: Negosiasi kapal Pertamina di Selat Hormuz terkendala situasi internal Iran
Pemerintah juga masih membahas berbagai persyaratan yang harus dipenuhi kapal untuk dapat melintasi jalur strategis tersebut. / BPMI Setpres RI

Menteri Luar Negeri Sugiono dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (22/4), menyatakan negosiasi dua kapal Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz masih berlangsung dan semakin kompleks akibat situasi domestik Iran, serta menegaskan Kemlu melalui KBRI Teheran terus mengupayakan akses bagi kapal yang mengangkut sekitar dua juta barel minyak mentah.

“Permasalahannya menjadi semakin kompleks dengan situasi internal yang terjadi di Iran sendiri. Karena kadang-kadang apa yang menjadi policy dari atas itu tidak serta-merta bisa diimplementasikan di lapangannya. Itu yang sedang dicari penyelesaiannya seperti apa,” ujarnya dikutip oleh kantor berita nasional Antara.

Selain faktor internal Iran, pemerintah juga masih membahas berbagai persyaratan yang harus dipenuhi kapal untuk dapat melintasi jalur strategis tersebut. Perkembangan situasi di lapangan, termasuk pembatasan yang terjadi di kawasan, turut menjadi bagian dari negosiasi yang berjalan.

Pendekatan diplomatik

Sugiono juga mengungkapkan keterlibatan Indonesia dalam forum internasional yang diinisiasi oleh Inggris dan Prancis, yang diikuti lebih dari 20 negara untuk merumuskan langkah bersama dalam menjaga kelancaran pelayaran di Selat Hormuz.

Menurutnya, negara-negara peserta juga mendukung penyelesaian melalui jalur diplomasi dan negosiasi politik untuk meredakan ketegangan di kawasan tersebut.

“Namun, tentu saja ini masih dalam pembicaraan yang lebih lanjut,” tambahnya.

Selain itu, terdapat usulan pemberian perlindungan bagi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz, yang akan disesuaikan dengan ketentuan hukum internasional atau melalui mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus mengedepankan pendekatan diplomatik untuk memastikan keselamatan pelayaran serta melindungi kepentingan nasional di tengah situasi yang berkembang di kawasan.

TerkaitTRT Indonesia - Dua kapal tanker Pertamina tertahan akibat penutupan kembali Selat Hormuz



SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
AS–Iran: Selat Hormuz, gencatan senjata, dan ketidakpastian negosiasi
Israel meledakkan sekolah umum di selatan Lebanon dalam pelanggaran gencatan senjata baru
Iran menyangkal mengirim delegasi ke Pakistan untuk pembicaraan dengan AS
Indonesia tetap terima pasokan saat China pangkas ekspor BBM, distribusi lebih selektif
AS batasi sebagian berbagi intelijen dengan Korea Selatan setelah perselisihan pengungkapan nuklir
'Pembajakan maritim': Iran kecam penyitaan kapal kargo oleh AS di Teluk Oman
Kemitraan setara dorong transformasi bantuan pembangunan
Serangan drone mematikan Ukraina menghantam pelabuhan Tuapse Rusia
Presiden China Xi dukung pengiriman 'normal' di Selat Hormuz dalam pembicaraan dengan putra mahkota Arab Saudi
Tentara Israel peringatkan warga Lebanon Selatan hindari area perbatasan meskipun gencatan senjata
Trump sebut delegasi AS akan ke Pakistan, ancam Iran atas pelanggaran gencatan
Bagaimana kekuatan lobi pro-Israel terus mengendalikan Demokrat di AS
China mendesak AS untuk hentikan serangan terhadap fasilitas nuklir damai
Kapal perang AS lintasi Selat Malaka, TNI AL tegaskan kepatuhan hukum internasional
Pakistan menandakan Iran akan hadiri perundingan kedua meskipun ketegangan dengan AS meningkat
Iran menyerang kapal-kapal AS sebagai balasan atas penyitaan kapal kargo: Laporan
KJRI Karachi fasilitasi pemulangan 3 ABK WNI korban insiden kapal di Laut Arab
Kemarahan pecah usai tentara Israel terekam menghancurkan patung Yesus di selatan Lebanon
Di Forum IPU Istanbul, Indonesia kutuk keras serangan Israel ke Gaza dan Lebanon
Indonesia kecam serangan terhadap pasukan UNIFIL Prancis di Lebanon