ASIA
2 menit membaca
DPR uji kelayakan kandidat pimpinan OJK di tengah gejolak pasar global
Kepemimpinan baru OJK akan bertugas mengawasi reformasi tata kelola pasar modal yang diusulkan bersama Indonesia Stock Exchange untuk menjawab kekhawatiran MSCI.
DPR uji kelayakan kandidat pimpinan OJK di tengah gejolak pasar global
Langkah percepatan seleksi ini terjadi setelah pasar saham Indonesia mengalami tekanan besar pada Januari lalu. / Dok. OJK
4 jam yang lalu

Parlemen Indonesia mulai menilai para kandidat yang akan mengisi posisi strategis di Otoritas Jasa Keuangan pada Rabu, di tengah kekhawatiran terhadap stabilitas pasar keuangan setelah gejolak besar yang terjadi awal tahun ini.

Komisi XI DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap 10 calon anggota Dewan Komisioner OJK untuk mengisi lima jabatan penting, termasuk Ketua Dewan Komisioner dan Wakil Ketua, serta tiga posisi pengawas sektor keuangan lainnya.

Langkah percepatan seleksi ini terjadi setelah pasar saham Indonesia mengalami tekanan besar pada Januari lalu. Empat pejabat OJK, termasuk ketua lembaga dan kepala pengawas pasar modal, mengundurkan diri pada 30 Januari.

Kondisi tersebut terjadi beberapa hari setelah penyedia indeks global MSCI memperingatkan kemungkinan menurunkan status Indonesia menjadi pasar “frontier” karena kekhawatiran terkait transparansi dan tata kelola perusahaan publik.

Peringatan tersebut memicu aksi jual besar-besaran yang menghapus sekitar $120 miliar dari nilai pasar saham Indonesia hanya dalam beberapa hari. Situasi semakin diperburuk setelah lembaga pemeringkat Moody's menurunkan prospek peringkat kredit negara.

TerkaitTRT Indonesia - Pasar saham Indonesia tertekan, IHSG anjlok hampir 6 persen di tengah isu MSCI

Reformasi pasar modal 

Kepemimpinan baru OJK nantinya akan bertugas mengawasi reformasi tata kelola pasar modal yang diusulkan bersama Indonesia Stock Exchange untuk menjawab kekhawatiran MSCI. Salah satu rencana yang diajukan adalah meningkatkan batas minimal saham beredar publik perusahaan tercatat menjadi 15 persen dalam tiga tahun ke depan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan percepatan proses seleksi pimpinan OJK dilakukan agar lembaga tersebut dapat merespons kondisi pasar yang bergejolak lebih cepat.

“Dipercepat karena kan keadaan guncang. Jadi gejolak perang memengaruhi pasar, mengaruhi harga minyak. Memerlukan lebih cepat lagi orang yang definitif di OJK,” kata Purbaya dikutip oleh Antara.

Sepuluh nama yang mengikuti uji kelayakan tersebut adalah Friderica Widyasari Dewi, Agus Sugiarto, Hernawan Bekti Sasongko, Ary Zulfikar, Hasan Fawzi, Darmansyah, Dicky Kartikoyono, Danu Febrianto, Adi Budiarso, dan Anton Daryono.

Proses uji kelayakan dijadwalkan berlangsung sepanjang hari. Setelah itu Komisi XI akan menyerahkan nama kandidat yang dinilai layak kepada pimpinan DPR untuk diputuskan dalam rapat paripurna berikutnya.

TerkaitTRT Indonesia - OJK perkuat transparansi pasar saham setelah dialog intensif dengan MSCI
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi