BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Pasar saham Indonesia tertekan, IHSG anjlok hampir 6 persen di tengah isu MSCI
Ketidakpastian pasar meningkat setelah OJK mengumumkan pengunduran diri ketua lembaga tersebut bersama tiga pejabat senior, termasuk wakil ketua dan kepala pasar modal. Di hari yang sama, Direktur Utama BEI Iman Rachman juga menyatakan mundur.
Pasar saham Indonesia tertekan, IHSG anjlok hampir 6 persen di tengah isu MSCI
Papan elektronik menampilkan harga saham di Bursa Efek Indonesia (IDX) di Jakarta pada tanggal 29 Januari 2026. / AFP
2 Februari 2026

Pasar saham Indonesia kembali mengalami tekanan berat pada awal pekan ini, dengan indeks acuan Jakarta Composite Index (IHSG) merosot sekitar 6 persen pada Senin. Pelemahan tersebut terjadi setelah gejolak tajam pada pekan sebelumnya yang dipicu peringatan dari MSCI terkait transparansi pasar, memicu penghapusan nilai pasar hingga sekitar $80 miliar.

Penurunan IHSG terjadi di tengah aksi jual luas pada saham-saham berbasis komoditas, sejalan dengan melemahnya harga logam mulia di pasar global. Sentimen negatif yang sudah terbentuk sejak pekan lalu membuat pelaku pasar tetap berhati-hati, sementara sejumlah bursa Asia lainnya juga bergerak di zona merah.

Tekanan terhadap pasar Indonesia meningkat setelah MSCI menyoroti persoalan transparansi kepemilikan saham serta pengelolaan free float. Penyedia indeks global tersebut memperingatkan bahwa Indonesia berisiko diturunkan statusnya dari pasar berkembang menjadi pasar frontier apabila permasalahan tersebut tidak diselesaikan paling lambat Mei 2026.

Ketidakpastian pasar semakin diperkuat oleh pengunduran diri sejumlah pejabat tinggi sektor keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan pada Jumat lalu bahwa ketuanya mundur bersama tiga pejabat senior lainnya, termasuk wakil ketua dan kepala pasar modal. Pada hari yang sama, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, juga mengundurkan diri.

Nilai tukar rupiah menurun

Tekanan terhadap pasar Indonesia juga tercermin dari sikap lembaga keuangan global. Nomura pada Minggu menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi “netral” dari sebelumnya “overweight”, menyusul langkah serupa oleh UBS dan Goldman Sachs pada pekan lalu.

Nilai tukar rupiah tercatat masih berada dekat level terendah sepanjang sejarah, setelah sempat menyentuh Rp16.985 per dolar AS pada Januari. Pada perdagangan terakhir, rupiah berada di kisaran Rp16.795 per dolar AS.

Data bursa menunjukkan investor asing telah mencatatkan penjualan bersih sekitar 736 juta dolar AS sejak Rabu lalu, setelah sebelumnya melepas saham senilai sekitar 1 miliar dolar AS sepanjang 2025.

Sebagai langkah stabilisasi, regulator keuangan Indonesia menunjuk Friderica Widyasari Dewi sebagai pelaksana tugas ketua OJK serta Hasan Fawzi sebagai kepala eksekutif pasar modal. Sementara itu, Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, ditunjuk sebagai pelaksana tugas direktur utama bursa.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meredakan kegelisahan pasar, di tengah upaya pemerintah dan regulator menjaga kepercayaan investor serta mempertahankan posisi Indonesia di indeks pasar global.

TerkaitTRT Indonesia - Apa itu MSCI dalam pasar saham? Ini peran dan dampaknya bagi Indonesia
SUMBER:TRT Indonesia