BISNIS DAN TEKNOLOGI
3 menit membaca
Saham Tesla melonjak di tengah rumor merger SpaceX, Musk bidik ekspansi imperium bisnis
Perusahaan roket milik Elon Musk dikabarkan tengah mengkaji kelayakan merger jelang rencana penawaran saham perdana senilai US$1,5 triliun.
Saham Tesla melonjak di tengah rumor merger SpaceX, Musk bidik ekspansi imperium bisnis
SpaceX dilaporkan tengah menjajaki merger Tesla dengan xAI milik Elon Musk. / Reuters
1 Februari 2026

Saham Tesla melonjak lebih dari 5 persen setelah muncul laporan bahwa SpaceX tengah menjajaki pembicaraan kesepakatan dengan perusahaan lain milik Elon Musk. Kabar tersebut memicu harapan investor bahwa kerajaan teknologi sang miliarder akan semakin terintegrasi.

SpaceX disebut sedang berdiskusi untuk merger dengan perusahaan rintisan kecerdasan buatan milik Musk, xAI, menjelang rencana penawaran saham perdana (IPO) besar yang ditargetkan berlangsung tahun ini, demikian dilaporkan Reuters pada Kamis.

Secara terpisah, Bloomberg juga melaporkan bahwa SpaceX tengah mempertimbangkan kemungkinan merger dengan Tesla.

Menurut laporan media, SpaceX sedang mengkaji rencana melantai di bursa dengan valuasi mencapai US$1,5 triliun, yang diperkirakan akan dilakukan pada awal musim panas.

Jika terealisasi, IPO tersebut akan menghimpun dana awal yang lebih besar dibandingkan penawaran saham perdana Saudi Aramco pada 2019 yang meraup US$29 miliar, meski valuasi Aramco saat itu lebih tinggi, yakni US$1,7 triliun.

Meski perusahaan-perusahaan Musk selama ini sudah saling terhubung, para investor Tesla telah lama mendorong konsolidasi yang lebih luas. Mereka berharap penggabungan berbagai lini bisnis dapat membantu Musk lebih fokus pada Tesla, yang tengah bertransformasi dari produsen kendaraan listrik menjadi pemain utama di bidang AI dan robotika.

Musk sendiri telah memaparkan target ambisius bagi Tesla, termasuk menghadirkan kendaraan otonom yang dapat diakses hingga setengah populasi Amerika Serikat pada akhir 2026, serta memulai produksi robot humanoid Optimus menjelang akhir tahun ini.

Namun, rekam jejak Tesla yang kerap meleset dari jadwal yang disampaikan Musk, ditambah keterlibatan sang pengusaha di ranah politik, membuat sebagian pemegang saham khawatir.

Awal pekan ini, Tesla mengumumkan akan menanamkan investasi sebesar US$2 miliar ke xAI. Langkah ini diperkirakan akan memperkuat pengembangan teknologi mengemudi otonom dan robot humanoid Tesla, di tengah melemahnya penjualan inti kendaraan listrik.

Konsolidasi imperium bisnis

Tahun lalu, dewan direksi Tesla mengumumkan paket kompensasi senilai US$1 triliun untuk Musk, yang dikaitkan dengan target operasional dan valuasi ambisius, termasuk pencapaian kapitalisasi pasar US$8,5 triliun. Skema tersebut juga telah mendapat persetujuan pemegang saham.

Di sisi lain, Musk telah mulai menggabungkan berbagai bisnisnya. Tahun lalu, xAI mengakuisisi platform media sosial X dalam transaksi senilai US$45 miliar, yang memberikan akses data dan distribusi kepada perusahaan AI tersebut.

Bulan ini, xAI berhasil menghimpun dana US$20 miliar dalam putaran pendanaan, melampaui target awal US$15 miliar, dengan valuasi mencapai US$230 miliar.

Perusahaan rintisan AI tersebut juga memperoleh komitmen investasi senilai US$2 miliar dari SpaceX sebagai bagian dari penggalangan dana ekuitas sebesar US$5 miliar, sebagaimana dilaporkan Wall Street Journal tahun lalu.

Pada September 2025, saham Tesla sempat melonjak lebih dari 8 persen setelah dokumen regulator menunjukkan Musk membeli hampir US$1 miliar saham produsen kendaraan listrik tersebut.

Aksi pembelian saham itu memperkuat dorongan Musk untuk meningkatkan kendali atas Tesla, yang kini berpacu mengejar target ambisius di bidang robotaksi, kecerdasan buatan, dan robotika, seiring upaya bertransformasi dari produsen EV menjadi pemimpin teknologi.

Menurut data LSEG, Musk saat ini menggenggam sekitar 13 persen saham Tesla. Dalam keterbukaan dokumen, ia tercatat membeli 2,57 juta saham melalui transaksi pasar terbuka dengan harga antara US$372,37 hingga US$396,54 per saham.

Pembelian tersebut dilakukan bersamaan dengan pengumuman paket kompensasi baru bagi Musk, yang nilainya berpotensi melampaui US$1 triliun jika ia mampu merealisasikan visinya tentang pertumbuhan luar biasa berbasis teknologi baru.

TerkaitTRT Indonesia - Taruhan besar Musk, investasi $1 miliar mendorong kenaikan Tesla
SUMBER:TRT World & Agencies