BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Ekspor gula Thailand tertekan usai Kemendag RI larang impor 12 produk di 2026
Dari perspektif Thailand, larangan impor baru Indonesia paling berisiko terhadap ekspor gula, dimana Thailand adalah pemasok utama gula mentah ke Indonesia.
Ekspor gula Thailand tertekan usai Kemendag RI larang impor 12 produk di 2026
FOTO ARSIP: Gula pasir dan gula batu terlihat dalam ilustrasi gambar ini. / Reuters

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) mulai menerapkan larangan impor terhadap 12 kelompok produk sejak 1 Januari 2026, Aturan ini diatur dalam Permendag No. 47/2025 dan ditujukan untuk melindungi petani serta industri dalam negeri.

Kebijakan ini sangat berdampak pada sejumlah komoditas ekspor Thailand ke Indonesia, terutama gula, lapor kantor berita harian Thailand, The Nation.

Gula dengan kode HS 1701—mencakup gula mentah dan sebagian gula rafinasi—masuk dalam daftar larangan tersebut, sementara Thailand merupakan pemasok utama gula mentah ke Indonesia dengan nilai ekspor sekitar US$725 juta pada Januari–November 2025. 

Meski demikian, impor gula masih dimungkinkan secara terbatas melalui skema persetujuan impor untuk kebutuhan pengolahan berdasarkan aturan sebelumnya.

Selain gula, pembatasan juga berlaku pada berbagai jenis beras dalam kelompok HS 1006, termasuk beras ketan, jasmine, dan basmati. Kemendag menyatakan bahwa Indonesia saat ini memiliki stok beras sekitar 3,5 juta ton, yang dinilai cukup untuk kebutuhan nasional.

TerkaitTRT Indonesia - Impor gula industri 3,12 juta ton disiapkan untuk 2026, konsumsi tetap nol

Impor beras untuk konsumsi langsung dibatasi dan hanya dapat dilakukan oleh badan usaha milik negara (BUMN) Indonesia dalam kondisi tertentu, sehingga ruang bagi eksportir Thailand menjadi sangat terbatas.

Menurut laporan The Nation, otoritas Thailand menilai kebijakan baru ini akan sangat berdampak pada dua komoditas utama ekspor Thailand ke Indonesia, gula dan beras.

Produk lain yang masuk daftar larangan meliputi Kulkas dan AC yang mengandung CFC, HCFC-22, dan HCFC-123, pakaian bekas, tas dan karung bekas, bahan berbahaya, serta sejumlah bahan baku farmasi (terutama yang mengandung merkuri) dan komoditas pangan lainnya. 

Kemendag menegaskan bahwa kebijakan ini ditujukan untuk melindungi lingkungan, kesehatan masyarakat, dan industri domestik. 

Selain berdampak pada Thailand, kebijakan larangan impor ini juga diperkirakan mempengaruhi negara pemasok lain yang mengekspor komoditas pangan dan produk pendingin ke pasar Indonesia. 

Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang menjadi pemasok utama pakaian, tas dan karung bekas berpotensi menghadapi pengetatan akses serupa, seiring upaya Jakarta memperkuat perlindungan terhadap sektor pertanian dan industri dalam negeri.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia tegaskan swasembada pangan tanpa impor pada 2026
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
IHSG melemah tajam setelah MSCI hapus enam saham Indonesia dari indeks global
Rupiah melemah ke level terendah, pemerintah siapkan intervensi pasar obligasi
Meta ditentang karyawan usai lacak klik dan ketikan demi pelatihan AI
Utang Indonesia nyaris Rp10.000 triliun, Menkeu: kondisi fiskal masih aman
Pemerintah RI tunda kenaikan royalti dan pajak ekspor tambang, tunggu formula lebih baik
Rupiah melemah ke Rp17.503 per dolar AS di tengah ketegangan Selat Hormuz
Pertamina, Departemen Energi AS perkuat kerja sama energi dan infrastruktur strategis
Indonesia dan Filipina bangun koridor nikel ASEAN, perkuat rantai pasok global
Perusahaan pertahanan Türkiye teken kontrak ekspor senilai hampir $8 miliar di pameran SAHA 2026
Perusahaan energi Eni umumkan hasil positif dari uji sumur gas Geliga-1 di lepas pantai Indonesia
AI dalam peperangan: 5 hal yang perlu diketahui tentang kesepakatan teknologi besar Pentagon
Indonesia akan jadi pasar penerbangan terbesar keempat dunia pada 2030, kata Menperin
Pemerintah targetkan pertumbuhan ekonomi 5,9–7,5 persen pada 2027
Indonesia teken pembelian 12 drone Kizilelma dari Türkiye
Rupiah dinilai undervalued, BI siapkan tujuh langkah stabilisasi nilai tukar
Indonesia dorong perluasan pasar ekspor ke Uni Eropa di tengah ketidakpastian global
Rupiah melemah akibat perang berkelanjutan AS-Iran, tembus Rp17.400 per dolar AS
Pasar saham Asia goyah, harga minyak tetap tinggi saat konflik AS-Iran meningkat
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada Q1 2026, ditopang konsumsi domestik
Surplus dagang Indonesia tembus US$3,32 miliar di tengah tekanan ekspor dan gejolak global