Shell Indonesia angkat bicara setelah muncul laporan kelangkaan beberapa produk BBM di jaringan SPBU miliknya. Perusahaan menyebut tengah menjalin koordinasi erat dengan pemerintah, khususnya terkait pengajuan kuota impor BBM untuk tahun 2026.
Dalam keterangan yang dikutip dari Reuters, Shell Indonesia menyampaikan bahwa proses pengajuan kuota impor tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Shell Indonesia terus bekerja sama secara erat dengan pemerintah terkait permohonan kuota impor BBM 2026,” demikian pernyataan perusahaan.
Laporan media lokal sebelumnya menyebutkan sejumlah SPBU Shell di Jakarta dan kota penyangga mengalami keterbatasan stok bensin. Kondisi ini membuat sebagian SPBU tidak dapat melayani pengisian BBM untuk jenis produk tertentu.
Namun, Shell Indonesia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai status izin impor BBM untuk tahun ini.
Situasi tersebut mengingatkan pada kondisi serupa yang terjadi pada tahun lalu. Saat itu, sejumlah badan usaha penyalur BBM swasta mengalami kelangkaan pasokan setelah pemerintah membatasi impor dan mengarahkan perusahaan swasta untuk memperoleh BBM melalui PT Pertamina (Persero).
Pemerintah pada November lalu juga menyampaikan bahwa Shell telah menyepakati pembelian sekitar 100.000 barel bensin melalui Pertamina, dengan pengiriman yang dijadwalkan rampung sebelum akhir 2025.
Kebijakan pengaturan impor dan distribusi BBM ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan energi nasional serta memastikan pasokan BBM tetap tersedia bagi masyarakat.















