ASIA
2 menit membaca
Prabowo terima penghargaan militer dari Anutin, RI-Thailand sepakat perkuat hubungan dagang
PM Anutin menyebut penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas rekam jejak militer Presiden Prabowo yang dinilai menginspirasi kalangan perwira Thailand.
Prabowo terima penghargaan militer dari Anutin, RI-Thailand sepakat perkuat hubungan dagang
Presiden Prabowo bersama PM Thailand Anutin Charnvirakul, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8). /AP

Presiden Prabowo Subianto menerima tanda kehormatan dari Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8). 

Pemberian penghargaan tersebut menandai penguatan hubungan pertahanan sekaligus kemitraan strategis kedua negara. Penghargaan itu diserahkan dalam sebuah kotak kaca berornamen khas Thailand, berisi sejumlah simbol militer, termasuk baret merah tua dengan lambang Angkatan Bersenjata Thailand, tali kehormatan berwarna merah berhias emas, pin, serta koin perak dengan ukiran simbol masing-masing matra.

Dalam pernyataan bersama, PM Anutin menyebut penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas rekam jejak militer Presiden Prabowo yang dinilai menginspirasi kalangan perwira Thailand. 

“Banyak jenderal muda kami mengagumi Yang Mulia, dan mereka ingin turut mendampingi saya. Karena itu kami membawa tanda kehormatan ini sebagai persembahan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi dan menilai penghargaan itu sebagai simbol eratnya hubungan kedua negara. 

“Penghargaan ini di luar dugaan saya, dan saya menganggapnya sebagai cerminan kepercayaan, persahabatan, dan saling menghormati antara Indonesia dan Thailand,” kata Prabowo.

TerkaitTRT Indonesia - Prabowo bertemu tiga mantan PM Thailand, bahas investasi hingga penguatan kerja sama

Penguatan hubungan dagang

Selain agenda simbolik tersebut, kedua pemimpin juga mengumumkan langkah konkret untuk memperkuat kerja sama ekonomi. Indonesia dan Thailand sepakat membentuk Joint Trade Commission (JTC), mekanisme baru yang untuk pertama kalinya dihadirkan dalam sejarah hubungan bilateral kedua negara.

Prabowo menjelaskan komisi tersebut akan menjadi forum untuk mengidentifikasi peluang bisnis serta mengatasi hambatan perdagangan.

Pemerintah menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai 20 miliar dolar AS pada 2030, seiring implementasi peta jalan kemitraan strategis yang telah disepakati.

Di luar sektor perdagangan, kerja sama juga akan diperluas ke bidang investasi dan akses pasar, serta memperkuat kolaborasi antar pelaku usaha. Kedua negara turut menaruh perhatian pada ketahanan pangan melalui pengembangan teknologi pertanian, sistem logistik, hingga penguatan rantai pasok.

Sementara di sektor energi, Indonesia dan Thailand mendorong pembentukan Indonesia-Thailand Energy Forum guna memperkuat ketahanan energi dan mempercepat transisi menuju sumber energi berkelanjutan, dengan melibatkan pemerintah dan sektor swasta.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan arah baru hubungan Indonesia–Thailand yang tidak hanya bertumpu pada kerja sama ekonomi, tetapi juga mencakup kolaborasi pertahanan dan keamanan, termasuk komitmen melanjutkan latihan militer bersama dan kerja sama maritim di kawasan.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia targetkan ekspor 1 juta ton pupuk ke India, Filipina, Thailand, dan Brasil
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi