DUNIA
2 menit membaca
Menlu Indonesia dan Arab Saudi bahas upaya deeskalasi di Timur Tengah
“Saya juga menyampaikan dukungan berkelanjutan Indonesia untuk de-eskalasi dan menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri secara maksimal,” tulis Menlu Sugiono dalam akun sosial medianya.
Menlu Indonesia dan Arab Saudi bahas upaya  deeskalasi di Timur Tengah
Menteri Luar Negeri RI Sugiono. / AP
2 jam yang lalu

Pemerintah Indonesia terus melakukan upaya untuk de-eskalasi di Timur Tengah, kali ini Indonesia dan Arab Saudi melakukan kontak diplomatik di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, menyusul rangkaian serangan lintas negara yang memicu kekhawatiran regional.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengonfirmasi telah berbicara melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, pada Rabu (4/3). 

Dalam pernyataan yang diunggah di akun X miliknya, Sugiono mengatakan Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik terbaru di kawasan tersebut.

“Saya berbicara dengan Yang Mulia Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan. Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik terbaru yang terjadi di Kawasan Timur Tengah,” tulis Sugiono.

TerkaitTRT Indonesia - Menlu: Indonesia tunda dialog Dewan Perdamaian (BoP) Gaza di tengah krisis Iran semakin memanas

Ia menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara sesuai hukum internasional dan prinsip yang tercantum dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. 

“Saya juga menyampaikan dukungan berkelanjutan Indonesia untuk de-eskalasi dan menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri secara maksimal,” tambahnya.

Dari pihak Riyadh, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi melalui akun X resminya menyatakan telah menerima panggilan telepon dari Menlu RI. Kedua diplomat disebut membahas perkembangan mutakhir di kawasan serta berbagai langkah yang sedang ditempuh untuk meredakan konflik.

Kontak diplomatik itu berlangsung setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada Sabtu (28/2), termasuk ke ibu kota Teheran. 

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan menimbulkan korban jiwa, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel serta aset-aset AS di sejumlah negara Teluk.

Sebelumnya Indonesia telah menyerukan penghentian segera permusuhan dan menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi dialog demi memulihkan stabilitas kawasan, Iran telah menanggapi tawaran tersebut dengan menyatakan bahwa mereka tidak akan bernegosiasi dengan AS.

TerkaitTRT Indonesia - Iran respons tawaran mediasi Indonesia: tidak ada negosiasi dengan AS
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi