Menlu: Indonesia tunda dialog Dewan Perdamaian (BoP) Gaza di tengah krisis Iran semakin memanas

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan bahwa diskusi mengenai inisiatif perdamaian Trump ditunda di tengah konflik Iran, sementara Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan penarikan pasukan.

By
"Semua diskusi BoP ditunda karena seluruh perhatian telah beralih ke situasi di Iran," ujar Menteri Sugiono. / Reuters

Menteri luar negeri RI, Sugiono mengatakan perundingan mengenai Dewan Perdamaian Gaza (BoP) yang diusulkan Presiden AS Donald Trump, di mana Indonesia merupakan anggota penting penyumbang pasukan, ditangguhkan karena perang di Timur Tengah.

Perang AS dan Israel terhadap Iran telah menewaskan puluhan warga sipil, mengacaukan transportasi udara global, dan mendorong lonjakan harga minyak setelah penutupan efektif Selat Hormuz.

"Semua diskusi BoP ditangguhkan karena semua perhatian beralih ke situasi di Iran," kata Menlu Sugiono pada Selasa malam (3/03) menanggapi pertanyaan mengenai seruan agar Indonesia keluar dari dewan perdamaian menyusul konflik baru di Timur Tengah.

"Kami juga akan berkonsultasi dengan teman-teman dan kolega kami di negara-negara Teluk karena mereka juga sedang diserang," kata Sugiono kepada wartawan usai menghadiri sebuah acara bersama Presiden Prabowo Subianto.

Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam pernyataan tausiyah pada 1 Maret lalu mengatakan bahwa Indonesia sebaiknya keluar dari dewan tersebut.

Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia, mengatakan Jakarta harus memanfaatkan posisinya untuk mendesak Israel dan Amerika Serikat menghentikan kekerasan.

Trump pertama kali mengusulkan dewan itu pada September ketika ia mengumumkan rencana untuk mengakhiri perang Israel di Gaza, kemudian memperluas tugasnya untuk menangani konflik global lain yang biasanya ditangani oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sugiono juga mengatakan Prabowo bersedia menjadi mediator dalam perang Iran dengan tujuan "mendinginkan dan meredakan eskalasi situasi di kawasan".

Indonesia sedang menyiapkan 1.000 personel untuk kemungkinan penempatan di Gaza pada awal April sebagai bagian dari usulan pasukan penjaga perdamaian multinasional, kata angkatan daratnya, sebagai bagian dari International Stabilisation Force (ISF) yang mendapat mandat PBB. Indonesia juga diberikan peran sebagai wakil komandan pasukan tersebut.