BNPB: 111 warga Jember dievakuasi akibat banjir

Penanganan bencana juga melibatkan relawan Desa Tangguh Bencana yang membantu menyalurkan bantuan logistik berupa makanan, matras, dan selimut warga yang mengungsi.

By
Tim gabungan di bawah koordinasi BPBD Kabupaten Jember terus melakukan pendataan dan penanganan warga terdampak. / Dok. BPBD Jember

Banjir yang melanda Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyebabkan 111 warga mengungsi setelah hujan deras mengguyur wilayah itu selama lebih dari enam jam pada Senin. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kondisi melalui Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari.

“Hujan lebat sejak pukul 13.30 WIB membuat empat sungai meluap sehingga permukiman warga terendam air bercampur lumpur,” kata Abdul, Selasa, di Jakarta dikutip Antara

Empat sungai yang meluap adalah Sungai Dinoyo, Sungai Kaliputih, Sungai Badean, dan Sungai Kalijompo.

Berdasarkan data BNPB, banjir merendam empat desa dan dua kelurahan di tiga kecamatan: Panti, Rambipuji, dan Kaliwates. Tinggi muka air berkisar antara 40 hingga 70 sentimeter, mempengaruhi 132 kepala keluarga atau sekitar 435 jiwa. Dari jumlah tersebut, 111 warga dipindahkan ke tiga titik pengungsian dengan pendampingan tim gabungan.

Tim gabungan di bawah koordinasi BPBD Kabupaten Jember terus melakukan pendataan dan penanganan warga terdampak. Meski banjir mulai surut pada Selasa, sebagian pengungsi dipersilakan kembali ke rumah masing-masing.

Penanganan bencana juga melibatkan relawan Desa Tangguh Bencana yang membantu menyalurkan bantuan logistik berupa makanan, matras, dan selimut, untuk warga yang mengungsi maupun mereka yang tetap bertahan di rumah.