BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Indonesia tetap lanjut impor minyak Rusia usai pelonggaran sanksi AS berakhir
Pemerintah Indonesia memastikan proses impor minyak mentah dari Rusia tetap berjalan meski masa pelonggaran sanksi Amerika Serikat terhadap penjualan minyak Rusia telah berakhir pada 16 Mei 2026.
Indonesia tetap lanjut impor minyak Rusia usai pelonggaran sanksi AS berakhir
FOTO ARSIP: Kapal tanker minyak Rusia memasuki area jangkar pelabuhan Matanzas, Kuba. / Reuters

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, mengatakan komunikasi dan proses kerja sama dengan Rusia masih terus berlangsung.

“Prosesnya masih berjalan. Kemarin Wakil Menteri baru kembali dari sana (Rusia). Jadi prosesnya terus berlanjut,” kata Laode di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (17/5), dikutip Antara.

Menurut dia, langkah tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia. Ia juga menyinggung posisi Indonesia sebagai anggota BRICS yang beranggotakan Brazil, Russia, India, China, dan South Africa.

“Intinya, sebagai negara kita menjalankan politik bebas aktif. Apalagi kita juga anggota BRICS,” ujarnya.

Pemerintah sebelumnya menyatakan impor minyak Rusia dilakukan untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global. Minyak mentah dari Rusia disebut akan segera masuk ke Indonesia dalam waktu dekat.

Rencana tersebut merupakan bagian dari komitmen Indonesia untuk mengimpor hingga 150 juta barel minyak dari Rusia secara bertahap hingga akhir 2026.

Pemerintah juga menegaskan prioritas saat ini adalah memastikan ketersediaan bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga dan industri dalam negeri tetap terjaga.

Sebelumnya, Departemen Keuangan Amerika Serikat pada 14 April mengumumkan penghentian pengecualian sanksi terkait minyak Iran. Kemudian pada 17 April, AS menerbitkan lisensi umum yang masih mengizinkan penjualan minyak Rusia yang telah dimuat ke kapal hingga 16 Mei 2026.

Dengan berakhirnya lisensi tersebut, pelonggaran sanksi AS terhadap penjualan minyak Rusia resmi berakhir pada 16 Mei lalu.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia amankan kesepakatan impor minyak Rusia, Menteri ESDM: Harga BBM subsidi tak naik
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
RUU hak cipta baru Indonesia ancam cabut izin Google dan platform AI
Bank Indonesia pastikan likuiditas perbankan tetap aman, tekanan pasar uang mereda
Indonesia resmi mulai pembangunan proyek LNG Abadi Masela senilai $21 miliar
Presiden Prabowo dijadwalkan resmikan groundbreaking Blok Masela hari ini
Prabowo tetapkan harga solar nelayan Rp15.000 per liter
Menko Airlangga: Pemerintah perkuat upaya stabilkan inflasi dari pangan dan biaya produksi
Redam dampak konflik global, Presiden Prabowo tetapkan harga khusus BBM bagi nelayan
Menkeu Purbaya pastikan tidak ada kenaikan tarif pajak dalam jangka menengah
S&P pertahankan rating utang RI di tengah bayang-bayang pelemahan rupiah
Kemenperin amankan 13 MoU strategis di INNOPROM 2026
Alamtri Indonesia mulai ekspor aluminium ke AS dan Korsel, targetkan penjualan 350.000 ton
WTO tolak sebagian besar gugatan Indonesia atas bea masuk Uni Eropa untuk asam lemak
Indonesia bidik investasi hingga Rp500 triliun lewat pusat keuangan internasional
Indonesia perkuat sinergi ekonomi dengan Selangor Malaysia, bidik sektor bernilai tinggi
Pertamina dan Boeing jajaki pengembangan bahan bakar pesawat berkelanjutan di Indonesia
Redam gejolak global, belanja subsidi energi Indonesia melonjak 44 persen di semester I-2026
BEI buka suara terkait ancaman penurunan status pasar modal Indonesia oleh S&P
Empat perusahaan investasi BUMN resmi dilebur di bawah Mandiri Manajemen Investasi
Indonesia himpun Rp32 triliun dari lelang Surat Berharga Negara, permintaan investor lampaui target
India perkuat kerja sama pertahanan dengan pasok rudal BrahMos ke Indonesia