Menteri P2MI, Mukhtarudin, mengatakan hingga kini situasi para pekerja migran Indonesia masih terkendali dan belum ada seruan evakuasi dari pemerintah negara setempat maupun dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).
“Semuanya masih under control (di bawah kendali),” kata Mukhtarudin usai penandatanganan dokumen kerja sama dengan mitra kerja di Kementerian P2MI, Jakarta, Kamis, seperti dilaporkan Antara.
Tidak ada dampak signifikan bagi PMI
Mukhtarudin menjelaskan bahwa belum ada laporan mengenai dampak fisik terhadap PMI akibat konflik, meski beberapa pekerja di Kuwait mengalami tekanan psikologis karena trauma. Pemerintah terus memberikan pendampingan bagi pekerja yang terdampak secara psikologis.
“Kami membangun pusat krisis (crisis center) dan hotline agar pekerja migran bisa melaporkan hal-hal yang memerlukan perhatian segera,” ujarnya.
KBRI dan Konsulat Jenderal RI (KJRI) juga proaktif menyebarkan informasi melalui kanal resmi, termasuk media sosial, untuk memastikan para pekerja mendapatkan pembaruan situasi terkini.
Pemantauan dan langkah keamanan
Kementerian P2MI bekerja sama dengan perusahaan penempatan untuk memonitor kondisi pekerja di sektor formal, serta memberikan imbauan langkah-langkah keamanan agar PMI tetap dapat beraktivitas dengan aman di negara penempatan.
Terkait jumlah PMI di Iran, Mukhtarudin menyebut jumlahnya relatif kecil, sekitar 100 orang, kebanyakan bekerja sebagai pekerja rumah tangga secara mandiri. “Iran bukan salah satu tujuan resmi penempatan negara, jadi mereka bekerja secara mandiri,” jelasnya.
Eskalasi konflik meningkat sejak 28 Februari 2026 ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal ke Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah, termasuk Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Arab Saudi.
Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus memantau situasi dan memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh PMI di wilayah terdampak.








