IKLIM
2 menit membaca
Super El Nino mengancam, Indonesia masuk zona bahaya kabut asap parah
Lembaga riset Singapura menaikkan status kewaspadaan kabut asap lintas batas ke tingkat tertinggi akibat kekeringan ekstrem.
Super El Nino mengancam, Indonesia masuk zona bahaya kabut asap parah
Petani Indonesia menghadapi kemungkinan kekeringan yang terkait dengan El Nino. / Reuters

Risiko terjadinya bencana kabut asap parah di kawasan Asia Tenggara dilaporkan meningkat tajam pada tahun ini. Fenomena cuaca ekstrem Super El Nino dinilai menjadi pemicu utama di balik melonjaknya ancaman polusi udara yang dapat melumpuhkan aktivitas regional tersebut.

Berdasarkan laporan terbaru dari lembaga pemikir yang berbasis di Singapura, Singapore Institute of International Affairs (SIIA), kondisi kekeringan yang meluas serta suhu panas ekstrem akan memperparah risiko kabut asap dalam beberapa bulan ke depan.

Dalam laporan yang dirilis Rabu (24/6), SIIA secara resmi menaikkan peringkat risiko kabut asap parah menjadi kategori "Tinggi" (High). Ini merupakan tingkat kewaspadaan tertinggi yang dikeluarkan lembaga tersebut, sekaligus menjadi yang pertama kalinya sejak tahun 2023 silam.

Empat Negara Masuk Zona Bahaya

Pihak SIIA mengidentifikasi empat negara utama di Asia Tenggara yang paling rentan menghadapi ancaman ini akibat letak geografis dan pola pergerakan angin. Wilayah yang masuk dalam zona bahaya tersebut meliputi Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Selain memetakan wilayah terdampak, laporan tersebut juga memprediksi periode kritis yang harus diwaspadai oleh pemerintah dan masyarakat di negara-negara terkait.

SIIA menandai bulan Agustus hingga September 2026 sebagai puncak periode bahaya (peak danger period) penyebaran kabut asap lintas batas. Kombinasi antara puncak musim kemarau dan dampak pengeringan lahan oleh El Nino diyakini dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masif, terutama di wilayah perkebunan dan lahan gambut yang rentan di Indonesia.

Jika kebakaran tersebut tidak terkendali, asap tebal diperkirakan akan dengan mudah bertiup dan mencemari udara negara-negara tetangga.

Peringatan Dini untuk Antisipasi Krisis

Kondisi udara buruk ini mengingatkan kembali pada situasi darurat yang sempat melanda beberapa kota di Asia Tenggara dalam beberapa waktu terakhir. Sebagai contoh, tingkat polusi udara yang sangat pekat dan berbahaya sempat menyelimuti Kota Chiang Mai, Thailand, pada April 2026 lalu, yang memperlihatkan betapa rentannya kawasan ini terhadap krisis kualitas udara.

Peningkatan status risiko menjadi "Tinggi" oleh SIIA ini diharapkan dapat menjadi alarm peringatan dini bagi pemerintah di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Otoritas terkait diharapkan segera memperkuat koordinasi mitigasi lintas batas, memperketat pengawasan pembukaan lahan dengan cara membakar, serta menyiapkan langkah-langkah darurat guna menekan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi regional.

TerkaitTRT Indonesia - Antisipasi El Nino ‘Godzilla’, pemerintah RI tegaskan stok pangan aman hingga 2027
SUMBER:TRT Indonesia