Kementerian Luar Negeri Indonesia meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak di Somalia untuk menangani pembajakan kapal tanker MT Honour 25 yang membawa empat anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia di perairan sekitar Hafun, Somalia.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan pemerintah melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Nairobi terus melakukan langkah-langkah diplomatik dan koordinasi lapangan sejak menerima laporan insiden yang terjadi pada 22 April 2026.
“Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait di Somalia menindaklanjuti laporan pembajakan Kapal MT Honour 25 yang terjadi di perairan sekitar Hafun, Somalia pada 22 April 2026,” kata Yvonne kepada MetroTV.
Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah, kapal tersebut membawa total 16 awak kapal, terdiri dari empat warga negara Indonesia, 10 warga negara Pakistan, satu warga negara India, dan satu warga negara Myanmar.
Yvonne menjelaskan fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan proses penanganan berjalan dengan melibatkan otoritas setempat, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak usaha yang memiliki keterkaitan dengan operasional kapal.
KBRI Nairobi akan terus memantau perkembangan situasi secara ketat melalui komunikasi intensif dengan seluruh pihak terkait, dengan prioritas utama keselamatan para awak kapal, khususnya empat WNI yang berada di atas kapal.
Di tengah proses penanganan, keluarga korban di Indonesia meminta perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar proses penyelamatan dapat dipercepat.














