DUNIA
2 menit membaca
Indonesia menolak pengakuan entitas 'tidak sah', tegaskan dukungan pada keutuhan Somalia
Indonesia menolak keras upaya pengakuan atas Somaliland dan menegaskan dukungan penuh terhadap kedaulatan Somalia, menyusul langkah Israel yang menjadi satu-satunya negara yang mengakui wilayah tersebut.
Indonesia menolak pengakuan entitas 'tidak sah', tegaskan dukungan pada keutuhan Somalia
Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri Indonesia. (Foto: Kemlu RI)
7 Januari 2026

Indonesia menegaskan penolakan ‘keras’ terhadap setiap upaya pengakuan atas entitas yang dinilai tidak sah dan berpotensi memecah integritas Somalia, menyusul langkah Israel yang mengakui wilayah Somaliland.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui media sosial X pada Selasa (6/01), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia menegaskan dukungan penuh Jakarta terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Republik Federal Somalia. 

Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa Somaliland merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Somalia.

“Indonesia menolak segala bentuk pengakuan terhadap entitas tidak sah yang dapat merusak persatuan Somalia,” demikian pernyataan Kemlu tersebut. Jakarta juga menilai langkah semacam itu sebagai ancaman bagi stabilitas kawasan serta pelanggaran terhadap hukum internasional.

Pernyataan tersebut muncul seiring kunjungan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar ke Somaliland pada hari yang sama. 

Kunjungan itu berlangsung hampir dua pekan setelah Tel Aviv secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat—sebuah langkah yang memicu kecaman luas dari komunitas internasional.

TerkaitTRT Indonesia - Menlu Israel tiba di Somaliland usai pengakuan yang kontroversial dan kecaman global

Pada 26 Desember lalu, Israel mengumumkan pengakuan resminya terhadap Somaliland, menjadikannya hingga kini sebagai satu-satunya negara di dunia yang mengambil langkah tersebut.

Somaliland memproklamasikan kemerdekaannya dari Somalia pada 1991. 

Sejak saat itu, wilayah tersebut berfungsi sebagai entitas administratif, politik, dan keamanan yang berdiri sendiri secara de facto. Namun, hingga kini Somaliland belum memperoleh pengakuan internasional, sementara pemerintah pusat Somalia juga belum mampu menegakkan kendali penuh atas wilayah tersebut.

SUMBER:AA