DUNIA
2 menit membaca
Indonesia menolak pengakuan entitas 'tidak sah', tegaskan dukungan pada keutuhan Somalia
Indonesia menolak keras upaya pengakuan atas Somaliland dan menegaskan dukungan penuh terhadap kedaulatan Somalia, menyusul langkah Israel yang menjadi satu-satunya negara yang mengakui wilayah tersebut.
Indonesia menolak pengakuan entitas 'tidak sah', tegaskan dukungan pada keutuhan Somalia
Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri Indonesia. (Foto: Kemlu RI)

Indonesia menegaskan penolakan ‘keras’ terhadap setiap upaya pengakuan atas entitas yang dinilai tidak sah dan berpotensi memecah integritas Somalia, menyusul langkah Israel yang mengakui wilayah Somaliland.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui media sosial X pada Selasa (6/01), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia menegaskan dukungan penuh Jakarta terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Republik Federal Somalia. 

Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa Somaliland merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Somalia.

“Indonesia menolak segala bentuk pengakuan terhadap entitas tidak sah yang dapat merusak persatuan Somalia,” demikian pernyataan Kemlu tersebut. Jakarta juga menilai langkah semacam itu sebagai ancaman bagi stabilitas kawasan serta pelanggaran terhadap hukum internasional.

Pernyataan tersebut muncul seiring kunjungan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar ke Somaliland pada hari yang sama. 

Kunjungan itu berlangsung hampir dua pekan setelah Tel Aviv secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat—sebuah langkah yang memicu kecaman luas dari komunitas internasional.

TerkaitTRT Indonesia - Menlu Israel tiba di Somaliland usai pengakuan yang kontroversial dan kecaman global

Pada 26 Desember lalu, Israel mengumumkan pengakuan resminya terhadap Somaliland, menjadikannya hingga kini sebagai satu-satunya negara di dunia yang mengambil langkah tersebut.

Somaliland memproklamasikan kemerdekaannya dari Somalia pada 1991. 

Sejak saat itu, wilayah tersebut berfungsi sebagai entitas administratif, politik, dan keamanan yang berdiri sendiri secara de facto. Namun, hingga kini Somaliland belum memperoleh pengakuan internasional, sementara pemerintah pusat Somalia juga belum mampu menegakkan kendali penuh atas wilayah tersebut.

SUMBER:AA
Jelajahi
AS meluncurkan 'mekanisme pemantauan' untuk mengawasi gencatan senjata di Lebanon
Ledakan mematikan di pabrik gas Qatar menewaskan 13 orang, ekspor tetap stabil: menteri
Messi pecahkan rekor gol Piala Dunia dengan 18 gol, setelah Argentina kalahkan Austria 2-0
China batasi ekspor 10 entitas AS sebagai tanggapan atas daftar hitam Pentagon
Keir Starmer mundur sebagai Perdana Menteri Inggris akibat tekanan domestik
Apa saja yang diputuskan dalam pembicaraan Iran-AS di Swiss? berikut detailnya
Menhan Israel mengatakan pasukan tidak akan meninggalkan Lebanon selatan
Dapatkah Selat Hormuz kembali beroperasi seperti biasa setelah kesepakatan AS-Iran?
Israel membunuh 7 orang di Lebanon, melanggar gencatan senjata
Ledakan besar di pabrik industri Qatar menyebabkan puluhan terluka dan hilang
AS dan Iran menyelesaikan pembicaraan tingkat tinggi di Swiss — para mediator
PM Belanda meminta maaf kepada komunitas Maluku atas penyalahgunaan kolonial era Indonesia
Putin soroti peran ASEAN sebagai fondasi stabilitas Asia-Pasifik di KTT Kazan
Menkeu: Kepercayaan China terhadap Indonesia tetap kuat di tengah tantangan investasi
Rencana pembicaraan antara AS-Iran di Swiss tertunda, Kemlu Swiss mengonfirmasi
'Cepat atau lambat': Menteri Israel mengancam perang dengan Suriah, menargetkan Türkiye juga
Indonesia bidik Panda Bonds $1 miliar, andalkan pasar China untuk diversifikasi pembiayaan
Indonesia dorong kerja sama nuklir dengan Rusia, targetkan kemandirian energi
Kematian akibat wabah Ebola di DRC melampaui 200: pejabat
Rusia berjanji akan melancarkan serangan besar-besaran usai serangan drone Ukraina ke Moskow