BISNIS DAN TEKNOLOGI
3 menit membaca
Indonesia dan Maroko pacu perundingan dagang bilateral, bidik rampung 2027
Pemerintah Indonesia dan Maroko mengaktifkan kembali perundingan perjanjian dagang komprehensif yang ditargetkan selesai pada 2027 guna mendongkrak ekspor sawit hingga besi baja ke kawasan Afrika Utara.
Indonesia dan Maroko pacu perundingan dagang bilateral, bidik rampung 2027
Wamendag Dyah Roro Esti sampaikan sambutan reaktivasi perundingan dagang Indonesia–Maroko. Foto: Kemendag RI

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) resmi mengaktifkan kembali proses perundingan perjanjian perdagangan bilateral komprehensif dengan Kerajaan Maroko.

Pemerintah menargetkan seluruh rangkaian perundingan dagang ini dapat diselesaikan pada 2027 mendatang guna menciptakan kepastian hukum, iklim usaha yang kondusif, serta memperluas akses pasar bagi produk nasional.

Komitmen akselerasi tersebut dibahas dalam pertemuan daring antara Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, bersama Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Perdagangan Luar Negeri Kerajaan Maroko, Omar Hejira, pada Kamis (27/8).

Kedua belah pihak sepakat untuk menyusun kerangka dan jadwal kerja yang realistis, melanjutkan negosiasi berdasarkan draf naskah perjanjian yang sudah ada, serta menetapkan target ambisi akses pasar yang seimbang dan saling menguntungkan.

Dyah menegaskan kesiapan penuh Indonesia untuk merampungkan butir-butir kesepakatan dagang demi mengonversi kedekatan politik menjadi capaian ekonomi yang nyata.

"Indonesia siap bekerja sama secara konstruktif dengan Maroko untuk mengakselerasi proses perundingan ini. Momentum ini harus dilihat sebagai peluang bagi kedua negara untuk mewujudkan hubungan politik yang kuat menjadi manfaat ekonomi yang nyata dan berkelanjutan," ujar Dyah.

Pintu Masuk Pasar Strategis Kawasan Afrika

Secara geoekonomi, posisi Maroko dinilai sangat penting bagi kepentingan ekspor Indonesia. Maroko diposisikan sebagai jembatan dan pintu masuk strategis bagi arus barang nasional ke kawasan Afrika Utara, pasar Mediterania, hingga Eropa.

Sebaliknya, letak geografis Indonesia yang strategis menawarkan keuntungan bagi pelaku usaha Maroko sebagai gerbang utama penetrasi pasar Asia Tenggara dan kawasan Indo-Pasifik.

Dari sisi komoditas, Kemendag melihat potensi ekspor yang masih sangat terbuka luas di pasar Maroko, di antaranya produk minyak kelapa sawit beserta produk turunannya, produk besi dan baja setengah jadi, amonia anhidrat, serta produk udang beku.

Sementara itu, Maroko diproyeksikan sebagai mitra pasokan bahan baku strategis bagi kebutuhan industri dan ketahanan pangan nasional, khususnya pasokan pupuk dan produk olahan aluminium.

Tren Kinerja Dagang dan Usulan Satuan Tugas

Guna mengawal implementasi kesepakatan dan memantau kemajuan perundingan secara berkala, Omar Hejira mengusulkan pembentukan satuan tugas (task force) atau mekanisme kerja bersama lintas kementerian dari kedua negara.

Hubungan dagang kedua negara sendiri mencatatkan kinerja yang terus bertumbuh secara konsisten. Sepanjang 2025, total nilai perdagangan Indonesia-Maroko mencapai 235 juta dolar AS, melonjak hingga 33 persen dibandingkan pencapaian pada tahun 2024.

Dari total transaksi pada 2025 tersebut, Indonesia mencatatkan surplus neraca dagang dengan nilai ekspor mencapai 154,9 juta dolar AS, sedangkan nilai impor dari Maroko tercatat sebesar 80,1 juta dolar AS. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2021–2025), laju ekspor produk Indonesia ke Maroko mampu tumbuh dengan rata-rata 4,95 persen per tahun.

Kinerja positif tersebut terus berlanjut pada tahun ini, di mana nilai transaksi perdagangan periode Januari–Mei 2026 telah menembus angka 180 juta dolar AS atau melonjak sebesar 37 persen secara tahunan (year-on-year).

Undang Pelaku Usaha ke TEI 2026

Dalam rangkaian pertemuan bilateral tersebut, Dyah Roro Esti turut memanfaatkan kesempatan untuk mengundang delegasi pemerintah serta para pelaku bisnis Maroko berpartisipasi langsung dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.

Ajang pameran dagang internasional dan promosi ekspor terbesar di Tanah Air tersebut dijadwalkan terselenggara pada 14–18 Oktober 2026 mendatang di kawasan ICE BSD City, Tangerang.

Pertemuan diplomasi ekonomi tingkat kementerian ini turut didampingi oleh Direktur Perundingan Bilateral Kemendag RI, Basaria Tiara Desika L Gaol.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia dan Maroko tingkatkan hubungan ekonomi, nilai perdagangan melonjak tajam
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
PT Timah perluas ekspor ke Filipina dan Inggris, bidik Timur Tengah pada 2027
Kemendag dorong UMKM tingkatkan ekspor ke pasar global memanfaatkan teknologi AI
Penerapan B50 hemat devisa negara hingga Rp170 triliun, pangkas impor solar secara signifikan
Pemerintah ambil alih saham pengelola kereta Whoosh, utang direstrukturisasi hingga 80 tahun
Indonesia dan Australia mulai evaluasi total perjanjian kerja sama ekonomi IA-CEPA
Pemerintah perluas inklusi keuangan melalui penyediaan rekening bagi masyarakat
Kemenkeu pastikan siap tanggung utang Kereta Cepat Whoosh tanpa investor luar
Cadangan devisa naik $146,5 miliar pada Agustus 2026, BI: Ketahanan eksternal tetap solid
Ekspor sawit dorong kinerja perdagangan RI, nilai non migas tembus $160 miliar
Industri galangan kapal Indonesia jadi sasaran investasi perusahaan Korea Selatan
Indonesia bidik investor Jepang, percepat pembangunan infrastruktur nasional
Prabowo dorong Danantara dan Rusia biayai proyek strategis
BI guyur insentif likuiditas demi dongkrak kredit perbankan
Kadin Indonesia-Singapura perkuat kerja sama akses UMKM ke pasar ASEAN
Setengah dari pasokan minyak dunia berasal dari kawasan konflik
Neraca perdagangan Indonesia surplus $3,70 miliar hingga Juli 2026
Indonesia tawarkan 32 proyek strategis senilai Rp207 triliun ke investor Jepang
Penyaluran biodiesel B50 di Indonesia capai 80 persen, targetkan 100 persen pada Oktober
Indonesia dan Cili dorong perdagangan dua arah melalui IC-CEPA
Kemen ESDM resmikan proyek gasifikasi batubara di Kutai Timur demi tekan impor