ASIA
2 menit membaca
Seluruh bandara kembali beroperasi usai erupsi Anak Krakatau, 8 orang dilaporkan hilang
Pemerintah membuka kembali seluruh bandara pascaerupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, delapan orang termasuk lima jurnalis kini dilaporkan hilang di Selat Sunda.
Seluruh bandara kembali beroperasi usai erupsi Anak Krakatau, 8 orang dilaporkan hilang
Sejumlah orang melihat papan informasi saat penerbangan terganggu akibat erupsi Anak Krakatau. / AP Archive

Pemerintah Indonesia resmi membuka kembali seluruh bandara yang sempat ditutup akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Meski operasional penerbangan mulai pulih, otoritas tim SAR masih berpacu dengan waktu untuk mencari delapan orang yang dilaporkan hilang.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan Bandara Soekarno-Hatta kembali beroperasi pada Selasa (8/9) setelah arah angin membawa abu vulkanik menjauh dari kawasan Jakarta dan sekitarnya. Pihaknya kini mengawasi pemeriksaan kelayakan udara terhadap 178 pesawat yang sempat tertahan selama penutupan.

"Mungkin butuh sedikit waktu tambahan untuk menyiapkan pesawat-pesawat tersebut," ujar Dudy.

Penutupan delapan bandara di Pulau Jawa sebelumnya sempat melumpuhkan aktivitas penerbangan dan berdampak pada lebih dari 340.000 penumpang. Selain Bandara Soekarno-Hatta, enam bandara lain termasuk Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta dan Bandara Husein Sastranegara di Bandung juga telah beroperasi kembali.

Kerugian maskapai capai miliaran rupiah

Dampak penundaan masif ini memicu tekanan finansial bagi industri penerbangan nasional. Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA), Bayu Sutanto, memperkirakan maskapai bisa kehilangan pendapatan hingga Rp19 miliar (sekitar 1 juta dolar AS) per hari selama gangguan berlangsung.

"Satu penundaan pesawat di Soekarno-Hatta dapat berdampak pada tiga hingga empat penerbangan berikutnya yang menggunakan armada yang sama," jelas Bayu. Ia menambahkan bahwa pembengkakan biaya operasional terjadi akibat pengalihan rute yang menuntut ekstra bahan bakar, biaya parkir pesawat, hingga akomodasi awak kabin.

Lima jurnalis dan tiga awak kapal hilang

Di tengah upaya pemulihan penerbangan, kabar duka datang dari kawasan Selat Sunda, Banten. Kantor SAR setempat mengonfirmasi bahwa sebuah speedboat yang membawa lima orang jurnalis peliput erupsi Gunung Anak Krakatau beserta tiga awak kapal dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9).

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengerahkan kapal penyelamat sepanjang 40 meter dan personil tim SAR untuk menyisir perairan Pandeglang.

Anak Krakatau masih erupsi

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Gunung Anak Krakatau masih mengalami tiga kali erupsi pada Selasa pagi. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan bahwa erupsi susulan relatif lebih kecil dibandingkan erupsi awal pada Jumat pekan lalu, namun pemantauan ketat terus dilakukan terkait potensi gangguan ruang udara.

Gunung Anak Krakatau yang tumbuh di kawasan bekas letusan legendaris Krakatau tahun 1883 merupakan satu dari sekitar 130 gunung api aktif di Indonesia yang berada di jalur Ring of Fire. Pada hari yang sama, aktivitas vulkanik juga tercatat di Gunung Ibu di Halmahera Barat dan Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur.

TerkaitTRT Indonesia - 4 gunung api erupsi bersamaan di Indonesia
SUMBER:TRT Indonesia