DUNIA
2 menit membaca
Indonesia dukung aturan pemberitahuan awal uji rudal balistik jarak jauh
Jakarta berharap transparansi pengujian senjata mendukung upaya mengakhiri pengembangan senjata nuklir, serta mendorong negara pemilik senjata nuklir memenuhi komitmen dan kewajibannya terhadap perlucutan senjata.
Indonesia dukung aturan pemberitahuan awal uji rudal balistik jarak jauh
Seruan Pemberitahuan Peluncuran Rudal Balistik didukung 41 negara melalui pernyataan bersama di CD di Jenewa, Swiss. / US Navy via Reuters

Indonesia mendukung upaya internasional yang mendorong negara-negara pemilik senjata nuklir memberikan pemberitahuan sebelum menguji rudal balistik jarak jauh. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan transparansi dan mencegah salah persepsi yang dapat memicu salah perhitungan militer.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl Mulachela mengatakan pemberitahuan sebelum peluncuran merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan antarnegara.

“Indonesia tentu mendukung inisiatif pemberitahuan awal ini karena mendorong transparansi dan langkah-langkah membangun kepercayaan yang dapat mengurangi risiko salah persepsi dan salah perhitungan,” kata Nabyl dalam pengarahan pers di Jakarta, Kamis (13/8).

Menurutnya, Indonesia mencatat pernyataan bersama yang diterbitkan setelah pertemuan pada 11 Agustus 2026 mengenai pentingnya memperkuat pemberitahuan sebelum peluncuran rudal, termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM), rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM), dan sistem peluncuran lainnya.

Jakarta berharap peningkatan transparansi pengujian senjata menjadi bagian dari upaya mengakhiri perlombaan senjata nuklir. Langkah tersebut juga diharapkan mendorong negara-negara pemilik senjata nuklir memenuhi komitmen dan kewajibannya terhadap perlucutan senjata.

Seruan itu didukung 41 negara melalui pernyataan bersama di Conference on Disarmament (CD) di Jenewa, Swiss. Mereka mendorong pemberitahuan setidaknya 24 jam sebelum pengujian rudal balistik jarak jauh, termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM), rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM), dan kendaraan peluncur antariksa (SLV).

Pernyataan tersebut disampaikan di forum CD dan diterbitkan Misi Amerika Serikat untuk Organisasi Internasional pada Selasa (11/8).

“Melakukan uji rudal balistik yang mampu membawa senjata nuklir tanpa pemberitahuan awal yang memadai dan terperinci merupakan langkah berbahaya yang mengancam perdamaian dan keamanan negara-negara di sekitar lokasi pengujian,” demikian pernyataan bersama tersebut.

Seruan itu muncul setelah China melakukan uji rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam pada Juli, dengan sejumlah negara Pasifik disebut baru menerima pemberitahuan beberapa jam sebelum pengujian.

TerkaitTRT Indonesia - India perkuat kerja sama pertahanan dengan pasok rudal BrahMos ke Indonesia



SUMBER:TRT Indonesia