Gempa tektonik bermagnitudo 4,8 mengguncang wilayah Kaimana, Papua Barat, pada Selasa dini hari, namun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan peristiwa tersebut tidak memicu potensi tsunami.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan pusat gempa berada di laut, sekitar 50 kilometer di tenggara Kaimana, pada kedalaman 24 kilometer. Gempa terjadi pada pukul 05.03 WIB dengan koordinat 4,01 derajat Lintang Selatan dan 134,00 derajat Bujur Timur.
Menurut BMKG, gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas Sesar Tarera Aiduna. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan sesar bersifat geser atau strike-slip.
“Berdasarkan hasil pemodelan matematis, gempa ini dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami,” kata Wijayanto dalam keterangan resmi.
Guncangan paling kuat dirasakan di Kaimana dengan intensitas IV hingga V MMI, yang menyebabkan hampir seluruh warga merasakan getaran dan sebagian besar terbangun dari tidur. Di Kota Kaimana, intensitas tercatat pada level III hingga IV MMI.
Getaran juga dirasakan ke sejumlah wilayah lain, termasuk Rasiei, Dobo, Bintuni, dan Nabire, dengan intensitas II MMI. Pada tingkat tersebut, gempa dirasakan oleh sebagian orang dan membuat benda ringan yang tergantung bergoyang.
Hingga Selasa pagi, BMKG menyatakan belum menerima laporan kerusakan bangunan maupun fasilitas umum akibat gempa tersebut. Sistem pemantauan BMKG juga belum mendeteksi adanya gempa susulan.
Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada dan menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan setelah guncangan terjadi.
















